Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Makna Hijrah dan Kondisi Labil Masyarakat Madinah di Awal

Jumat 06 Aug 2021 09:10 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Makna Hijrah dan Kondisi Labil Masyarakat Madinah di Awal

Makna Hijrah dan Kondisi Labil Masyarakat Madinah di Awal

Foto: wikipedia
Hijrah adalah proses menjalani perubahan dari hal buruk menuju hal baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah bukan hanya peristiwa yang berkaitan dengan perpindahan fisik. Jauh lebih dalam, peristiwa hijrah adalah proses menjalani perubahan dari suatu hal yang buruk menuju kepada hal yang lebih baik.

Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam kitab Sirah Nabawiyah menjelaskan makna hijrah bukan sekadar upaya melepaskan diri dari cobaan dan cemoohan semata. Tetapi makna hijrah juga dimaksudkan sebagai batu loncatan untuk mendirikan sebuah masyarakat baru di negeri yang aman.

Baca Juga

Oleh karena itu, kata dia, setiap Muslim harus mampu dan wajib ikut andil dalam usaha mendirikan negara baru tersebut. Mereka harus mengerahkan segala kemampuannya menjaga dan menegakkannya.

Tidak disangsikan Rasulullah SAW adalah pemimpin, komandan, dan pemberi petunjuk dalam menegakkan masyarakat ini di Madinah. Semua krisis dikembalikan kepada Nabi tanpa ada yang menentangnya.

Manusia yang Nabi Muhammad SAW hadapi di Madinah dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Keadaan yang satu berbeda jauh dengan keadaan yang lain. Tak hanya itu, Nabi juga harus menghadapi berbagai problem yang berbeda tatkala menghadapi masing-masing kelompok.

Tiga kelompok itu, antara lain rekan-rekannya yang suci dan baik, orang-orang musyrik yang sama sekali tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad SAW yang berasal dari berbagai kabilah di Madinah, serta kelompok orang-orang Yahudi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA