Friday, 26 Syawwal 1443 / 27 May 2022

Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Moeldoko: Momentum Pemulihan

Jumat 06 Aug 2021 07:08 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Dwi Murdaningsih

Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar 7,07 persen.

Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (5/8/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar 7,07 persen.

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 sebesar 7,07 persen secara year on year

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi kerja keras seluruh pihak sehingga perekonomian Indonesia saat ini menunjukan perbaikan. Perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan positif pertama sejak pandemi Covid-19 melanda.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 sebesar 7,07 persen secara year on year (yoy). Pencapaian ini jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan pada kuartal I 2021 yang masih mengalami kontraksi 0,74 persen (yoy).

Baca Juga

“Ini menjadi momentum pemulihan ekonomi kita. Kinerja ini layak disyukuri dan bukti kerja sama semua elemen bangsa,” ujar Moeldoko, dikutip dari siaran resmi KSP.

Moeldoko optimistis Indonesia bisa segera keluar dari krisis akibat pandemi Covid-19 saat ini. Ia pun berharap seluruh pihak mendukung dan meningkatkan kerja sama untuk mengatasi dampak pandemi ini.

“Kami tentu mengharapkan dukungan dan kerjasama semua pihak untuk menanggulangi Covid-19 dan bersama-sama mengatasi dampaknya bagi perekonomian,” kata dia.

Deputi III KSP Panutan S Sulendrakusuma menambahkan, kinerja perekonomian yang makin bagus ini ditopang oleh sejumlah faktor internal dan eksternal. Dari sisi eksternal, percepatan pemulihan ekonomi global yang didorong oleh AS dan Tiongkok telah mendorong peningkatan ekspor Indonesia.

Ekspor barang dan jasa pada kuartal II 2021 tumbuh 31,78 persen (yoy). Sebagai catatan, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus 14 bulan berturut-turut sejak bulan Mei 2020 hingga Juni 2021.

Dari sisi internal, pertumbuhan konsumsi rumah tangga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,93 persen (yoy) dan 1,27 persen (qtq). Pertumbuhan konsumsi yang positif didukung oleh berbagai hal, termasuk di antaranya beragam dorongan di sisi permintaan melalui program PEN seperti bansos tunai, kartu sembako, PKH, keringanan pembayaran listrik, bantuan produktif usaha mikro dan sebagainya. Serta dorongan bagi kelas menengah untuk berbelanja melalui keringanan pajak pembelian mobil, keringanan pembelian rumah, serta program Bangga Buatan Indonesia.

“Hasil pemantauan Tim Monev PEN KSP menunjukkan bahwa perekonomian pada kuartal II memang berjalan sangat baik. Bahkan dalam beberapa hal lebih baik dibandingkan kondisi sebelum pandemi,” tambah Panutan.

Selain itu sejumlah indikator menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, di antaranya investasi pada Q2 2021 yang tumbuh menggembirakan, yaitu 7,54 persen (yoy). Investasi yang meningkat ini menunjukan adanya potensi kenaikan penyerapan tenaga kerja yang layak bagi masyarakat.

“Pemerintah punya tekad kuat untuk terus mendorong investasi melalui berbagai upaya, termasuk di dalamnya implementasi UU Cipta Kerja,” ujar Panutan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA