Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sekolah Bisa Menjadi Tempat Mengedukasi Lingkungan Sekitar

Jumat 06 Aug 2021 06:14 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Mas Alamil Huda

Para dosen dari tiga perguruan tinggi yang tengah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berfoto bersama dengan kepala sekolah dan dewan guru. (ilustrasi)

Para dosen dari tiga perguruan tinggi yang tengah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berfoto bersama dengan kepala sekolah dan dewan guru. (ilustrasi)

Foto: Dok Unpak
Bukan hanya murid di dalamnya, namun juga lingkungan sekitarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikbudristek, Jumeri, mengatakan, sekolah harus menjadi tempat yang mengedukasi masyarakat. Bukan hanya murid di dalamnya, namun juga lingkungan sekitarnya.

Salah satunya adalah dengan mengedepankan teknologi platform digital. Menurutnya, saat ini berkomunikasi dengan teknologi digital harus dikembangkan. Sebab, keadaan memaksa manusia untuk bermigrasi dari menggunakan teknologi tradisional ke platform digital.

"Sekolah mestinya sebagai pusat ilmu, pusat perkembangan, harus bisa juga mengedukasi masyarakat, mengikuti derap langkah perkembangan masyarakat dan memanfaatkan iptek untuk mengantisipasi setiap perubahan tersebut," kata Jumeri, dalam Webinar Digital Society, Kamis (5/8).

Ia mengatakan, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dari waktu ke waktu akan semakin tinggi. Keinginan masyarakat untuk dilayani dengan cepat juga akan semakin tinggi.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat ini, maka tidak lagi dapat berpangku tangan melestarikan budaya-budaya yang sudah tertinggal. "Harus gigih melakukan inovasi perubahan dalam berbagai aspek, agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat yang hidup pada era globalisasi ini," kata Jumeri.

Terkait hal tersebut, Jumeri mendorong agar sekolah membuat website khusus. Ia menjelaskan, berdasarkan pengalamannya ketika menjadi kepala sekolah, website menjadi sarana berkomunikasi dengan masyarakat luas. Apalagi, lanjut Jumeri, di era ini ketika dunia menghadapi pandemi dan interaksi tatap muka sudah sangat berkurang.

Kunjungan secara langsung saat ini sudah banyak berkurang. Oleh karenanya, komunikasi lewat teknologi informasi menjadi sarana yang paling efektif untuk bisa memperkenalkan sekolah.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA