Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Moderna Klaim Tetap Manjur Setelah 4-6 Bulan Dosis Kedua

Kamis 05 Aug 2021 19:55 WIB

Red: Indira Rezkisari

Detail botol berisi vaksin COVID-19 Moderna.

Detail botol berisi vaksin COVID-19 Moderna.

Foto: ANTARA/Fransisco Carolio
Kemanjuran Moderna disebut lebih tinggi dari Pfizer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Moderna memastikan kemanjuran vaksin Covid-19 produksinya masih sekitar 93 persen setelah dosis kedua. Keefektifannya hampir tak berubah dari efikasi 94 persen yang dilaporkan dalam uji klinis pertama.

Angka itu lebih baik ketimbang data yang dirilis rivalnya, Pfizer dan BioNTech, pekan lalu yang mengatakan efikasi vaksin mereka turun menjadi sekitar 84 persen enam bulan setelah suntikan kedua. Kedua vaksin tersebut sama-sama berbasis teknologi messenger RNA (mRNA).

Baca Juga

"Kami sangat senang kemanjuran vaksin Covid-19 kami stabil di 93 persen mulai empat hingga enam bulan," kata Kepala Eksekutif, Moderna Stephane Bancel, dalam pernyataan, dikutip dari Reuters, Kamis (5/8).

"Durasi yang kuat ini akan menguntungkan ratusan juta orang yang telah disuntik vaksin Moderna hingga saat ini."

Vaksin yang tahan lama membuat rentang waktu penyuntikan antardosis yang lebih panjang, terlepas dari perlu tidaknya pemberian dosis tambahan untuk mencegah Covid-19. Otoritas kesehatan publik di seluruh dunia yang tengah bergumul dengan varian Delta masih berdebat apakah dosis tambahan aman, efektif, dan diperlukan.

Pfizer berencana mengajukan izin untuk pemberian dosis ketiga vaksinnya bulan ini. Sejumlah negara seperti Israel telah mulai atau akan memvaksin penduduk yang lebih tua atau yang rentan.

Moderna mengatakan penelitiannya pada tiga kandidat vaksin penguat yang berbeda masih berlangsung untuk melihat kemanjuran terhadap varian-varian yang jadi perhatian, seperti Gamma, Beta, dan Delta. Kadar antibodi penetralisir usai pemberian dosis penguat mendekati level yang teramati setelah suntikan dosis kedua.

Vaksin Moderna telah disetujui untuk penggunaan darurat pada orang dewasa di AS pada Desember. Sejak itu, lebih dari 50 negara sudah mengizinkan vaksin itu untuk diberikan kepada orang dewasa secara darurat atau bersyarat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA