Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Menkominfo Ajak Negara G20 Wujudkan Kesetaraan Digital

Jumat 06 Aug 2021 01:14 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate

Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA
Menkominfo ajak negara anggota G20 untuk meningkatkan inklusi dan kesetaraan digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak negara-negara anggota G20 untuk meningkatkan inklusi dan kesetaraan dalam mewujudkan transformasi digital. Johnny menilai itu merupakan upaya untuk bangkit dari pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap perekonomian dan masyarakat.

“Dibalik krisis akibat pandemi Covid-19, momentum ini juga telah membuka banyak peluang baru menciptakan teknologi baru, mendorong inovasi digital dan ekonomi digital,” ujar Johnny melalui siaran pers saat sambutan di Pertemuan Menteri Digital G20, secara virtual dari Jakarta, Kamis (5/8).

Johnny juga mendorong dalam pertemuan anggota negara G20 dibahas upaya pengembangan inovasi dan ekonomi digital untuk meningkatkan inklusivitas dan kesetaraan dalam transformasi digital. Sebab menurutnya, inklusi dan kesetaraan dalam mewujudkan tranformasi digital ini sangat penting, sehingga pertemuan hari ini perlu menggarisbawahi digitalisasi sebagai pendorong utama untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari PBB.

Johnny menyatakan digitalisasi juga sebagai pendorong utama untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

“Dalam dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan, mendukung prioritas G20 tahun ini untuk 2021; Manusia, Planet dan Kemakmuran,” ungkapnya.

Ia juga menekankan arti penting pemanfaatan data dalam ekonomi digital. Untuk itu, Pemerintah Indonesia menekankan dalam pertemuan G20 juga membahas cross-border data flow dan data free flow with trust agar negara-negara anggota G20 mencapai pemahaman bersama tentang apa yang dimaksud dengan kepercayaan atau data free flow with trust.

Ini mengingat pentingnya pemanfaatan data dalam ekonomi digital dan upaya mempercepat pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. Pemerintah Indonesia menilai kolaborasi dengan mitra lintas negara dan organisasi internasional, pihak swasta dan pemangku kepentingan lain perlu dilakukan.

“Untuk negara-negara anggota G20 untuk terus membuat perubahan berarti dalam kebijakan mereka melalui pengembangan digital, mendorong inovasi untuk smart city, serta meningkatkan pelayanan publik melalui pemerintahan digital dan modernisasi,” katanya.

Dalam Pertemuan Tingkat Menteri G20 Bidang Digital, juga akan diresmikan Declaration of G20 Digital Ministers yang berisikan isu-isu prioritas Presidensi Italia, antara lain transformasi digital untuk pemulihan ekonomi; pemanfaatan kecerdasan buatan yang terpercaya untuk inklusivitas UMKM dan promosi startup.

Pembahasan juga akan mencakup pengukuran, praktik, dan dampak ekonomi digital; kesadaran dan perlindungan konsumen, dan blockchain dalam rantai nilai global barang konsumen; pelindungan dan pemberdayaan anak di lingkungan digital.

Selain itu, dalam Pertemuan Tingkat Menteri G20 Bidang Digital juga akan dibahas upaya mendorong inovasi untuk kota cerdas; konektivitas dan inklusi sosial; arus data lintas batas dan arus data dengan kepercayaan; alat digital untuk layanan publik dan kelangsungan bisnis; identitas digital; serta regulasi yang gesit.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA