Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Lima Jenis Teh Herbal Terbaik, Banyak Manfaatnya

Kamis 05 Aug 2021 14:28 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Teh Herbal (ilustrasi)

Teh Herbal (ilustrasi)

Foto: Pixabay
Menemukan teh yang tepat untuk Anda mungkin memerlukan beberapa percobaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama ribuan tahun, orang telah menggunakan teh herbal untuk meningkatkan kesehatan atau sekadar menikmatinya. Teh herbal juga dikenal dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, bahkan membantu tidur lebih nyenyak.

Menemukan teh yang tepat untuk Anda mungkin memerlukan beberapa percobaan. Teh herbal mengandung beberapa jenis senyawa antiinflamasi alami yang mungkin bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres.

Minum secangkir teh herbal setiap hari dapat membantu melindungi kesehatan Anda dalam jangka panjang dan mengurangi tingkat stres. Penelitian dari 2014 menunjukkan beberapa teh herbal, khususnya Melissa officinalis atau ekstrak lemon balm dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stres dalam tubuh. Studi 2018 menunjukkan, menghirup aroma teh (khususnya teh hitam) dapat membantu menurunkan tingkat stres dan menghasilkan suasana hati yang lebih tenang.

Sebelum mengonsumsi teh herbal, sebaiknya dikonsultasikan dulu kepada dokter. Pasalnya, beberapa teh dapat memengaruhi kondisi kesehatan atau obat-obatan. Misalnya, chamomile bertindak sebagai pengencer darah ringan dan dapat berinteraksi dengan obat warfarin (Coumadin) jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Berikut lima teh herbal terbaik untuk mengatasi stres dan kesehatan otak, dilansir Healthline pada Kamis (5/8):

1. Teh lemon 

photo
Lemon dan teh - (pixabay)
 

Selama ribuan tahun, orang telah menggunakan ramuan lemon untuk mengurangi stres. Lemon tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, krim, dan sebagai teh. Laporan anekdot dan penelitian ilmiah menunjukkan bahwa lemon dapat membantu relaksasi, meningkatkan suasana hati, dan meredakan gejala stres. Studi 2014 menunjukkan, makanan yang mengandung lemon dapat memperbaiki tingkat stres dan fungsi kognitif pada orang dewasa muda.

2. Teh linden

photo
Teh linden (ilustrasi). - (www.freepik.com.)
 

Teh jenis ini bermanfaat untuk mengatasi kegelisahan. Teh Linden dibuat dari bunga kering, daun, atau kulit pohon Linden. Secara tradisional, teh linden telah digunakan sebagai obat herbal untuk menenangkan saraf dan mengobati kecemasan, insomnia, dan sakit kepala. 

Studi pada 2015 menemukan, senyawa dalam teh linden memengaruhi aktivitas asam aminobutirat gamma (GABA), asam amino alami yang bertindak sebagai pembawa pesan kimia di otak, dengan cara yang sama seperti efek obat anti-kecemasan. Jika Anda memiliki tekanan darah rendah atau sedang minum obat untuk menurunkan tekanan darah, Anda harus mengonsumsi teh ini dengan hati-hati karena dapat menyebabkan tekanan darah turun ke tingkat yang sangat rendah.

3. Teh chamomile

photo
(Foto: ilustrasi teh chamomile) - (Pixabay)
 

Banyak orang mengaitkan teh chamomile dengan tidur malam yang nyenyak. Namun, ramuan ini secara tradisional digunakan untuk mengobati masalah perut dan usus, termasuk gas, sakit perut, radang perut, dan buang air besar yang berhubungan dengan kecemasan. Stres dan kecemasan dapat memperburuk gejala pada orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa efek relaksasi chamomile dan senyawa lainnya dapat memberikan sedikit kelegaan bagi penderita IBS.

Sebuah studi pada 2015 terhadap 45 orang dengan IBS menemukan bahwa setelah empat pekan mengonsumsi ekstrak chamomile setiap hari, gejala IBS seperti kembung, sakit perut, konsistensi tinja, dan masalah buang air besar menurun secara signifikan.

4. Teh rosemary

 
photo
Teh rosemary (ilustrasi). - (www.freepik.com.)
 

Teh jenis ini baik untuk kesehatan otak. Rosemary adalah ramuan populer untuk memasak dan wewangian. Salah satu kegunaannya yang kurang umum adalah sebagai teh herbal. 

Beberapa penelitian menyarankan, mengonsumsi teh rosemary secara teratur dapat membantu melindungi dari penyakit Alzheimer. Penelitian menunjukkan, senyawa dalam rosemary dapat membantu mengurangi peradangan, mencegah bisul, dan meningkatkan kesehatan otak secara keseluruhan. 

5. Teh lavender

 

photo
Teh lavender (ilustrasi) - (Pixabay)
 

Teh lavender bagus untuk depresi. Teh lavender dapat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan mental. Ekstrak lavender telah lama digunakan dalam aromaterapi untuk meningkatkan relaksasi. Penelitian menunjukkan, mungkin ada manfaat kesehatan mental dari meminumnya juga.

Sebuah studi pada 2020 terhadap 60 orang dewasa yang lebih tua menemukan bahwa minum teh lavender saat pagi dan malam hari mengurangi skor kecemasan dan depresi pada peserta. Lavender sendiri juga dapat membantu meningkatkan relaksasi dan tidur, meredakan sakit perut, dan meningkatkan suasana hati.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA