Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Dilanda krisis, Presiden Lebanon Minta Bantuan Internasional

Kamis 05 Aug 2021 12:23 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Lebanon Michael Aoun

Presiden Lebanon Michael Aoun

Foto: REUTERS/Stephane Mahe
Aoun sebut Lebanon saat ini sedang mengalami masa-masa tersulit.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT  -- Presiden Lebanon Michel Aoun pada Rabu meminta masyarakat internasional memberikan bantuan kepada negara Arab itu. Setidaknya menyediakan bantuan layanan dasar bagi warganya.

"Lebanon saat ini sedang mengalami masa-masa tersulit," kata Presiden Aoun dalam konferensi penggalangan dana secara virtual yang diadakan oleh Prancis pada peringatan pertama ledakan Beirut.

"Tidak ada keraguan bahwa Lebanon membutuhkan setiap bantuan dan dukungan dari masyarakat internasional, setelah menentukan kebutuhan dan prioritas," tambah Aoun dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepresidenan Lebanon.

Aoun menekankan bahwa memulihkan aktivitas penuh Pelabuhan Beirut adalah prioritas utama negaranya. "Rehabilitasi, pengembangan, dan pengoperasian kembali pelabuhan Beirut - urat nadi ekonomi Lebanon - adalah kebutuhan mendesak dan prioritas utama bagi kami, dan setiap upaya internasional disambut baik dalam hal ini," ujar dia.

Sumber,  https://www.aa.com.tr/id/dunia/negara-dilanda-krisis-presiden-lebanon-minta-bantuan-dari-masyarakat-global/2325022.

Baca Juga

Pada 4 Agustus, ledakan besar mengguncang pelabuhan Beirut, menewaskan 200 orang, melukai sekitar 6.000 lainnya, dan meninggalkan jejak kehancuran besar-besaran.

Ledakan itu disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat berbahaya yang tidak disimpan dengan benar di pelabuhan. Ledakan besar-besaran itu membuat situasi yang sudah rapuh di Lebanon menjadi lebih buruk di tengah kemerosotan ekonomi yang terus berlanjut dan kebuntuan politik.


sumber : Anadolu
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA