Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Lima Rumah di Bandar Lampung Rusak Diterjang Puting Beliung

Kamis 05 Aug 2021 10:24 WIB

Red: Mas Alamil Huda

Puting beliung (ilustrasi)

Puting beliung (ilustrasi)

Foto: ANTARA
Puting beliung itu juga menumbangkan sebuah pohon beringin hutan berdiameter 6 meter.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung menyebutkan, terdapat lima rumah milik warga di Kecamatan Panjang yang rusak akibat diterjang oleh angin puting beliung. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (4/8) malam.

"Lokasi angin puting beliung ada di Kelurahan Karang Maritim. Lima rumah rusak ringan dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut," kata Kabid Kedaruratan dan Kebencanaan BPBD Kota Bandar Lampung, Sutarno, Kamis (5/8).

Ia juga mengatakan, selain merusak lima rumah warga, puting beliung itu juga menumbangkan sebuah pohon beringin hutan berdiameter kurang lebih 600 cm atau 6 meter yang menimpa pagar milik warga. "Total kerugian belum bisa kami taksir. Saat ini tim sedang mengevakuasi atau membersihkan pohon tumbang itu. Untuk tim yang diterjunkan ada 30 orang," kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatilogi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Lampung, Raden Eko, meminta masyarakat mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. "Perubahan cuaca yang cerah panas dan terik tiba-tiba menjadi dingin dan gelap patut diwaspadai karena ini berpotensi akan adanya kejadian angin kencang atau puting beliung serta hujan lebat," kata dia.

Dia pun menyebutkan, dilihat dari fenomena yang terjadi di Panjang hal tersebut merupakan waterspout atau puting beliung. Karakteristiknya seperti kejadiannya bersifat lokal dan terjadi dalam periode waktu yang singkat dan umumnya sekitar kurang lebih 10 menit.

Kemudian, lanjut dia, peristiwa angin puting beliung biasanya lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari, hanya muncul dari sistem awan Cumulonimbus (CB), tetapi tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena waterspout. "Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dalam waktu yang dekat," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA