Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

China Tutup Rute Transportasi untuk Hentikan Wabah Covid-19

Kamis 05 Aug 2021 06:30 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

 Seorang wanita mengenakan masker wajah untuk melindungi diri dari COVID-19 berjalan melintasi jembatan penyeberangan pada jam sibuk pagi hari di Beijing, Rabu, 4 Agustus 2021. Wabah virus corona terparah di China sejak awal pandemi satu setengah tahun lalu meningkat. Rabu dengan lusinan kasus lagi di seluruh negeri, penyegelan satu kota dan hukuman para pemimpin lokalnya.

Seorang wanita mengenakan masker wajah untuk melindungi diri dari COVID-19 berjalan melintasi jembatan penyeberangan pada jam sibuk pagi hari di Beijing, Rabu, 4 Agustus 2021. Wabah virus corona terparah di China sejak awal pandemi satu setengah tahun lalu meningkat. Rabu dengan lusinan kasus lagi di seluruh negeri, penyegelan satu kota dan hukuman para pemimpin lokalnya.

Foto: AP/Mark Schiefelbein
Di Beijing, China lebih dari puluhan penerbangan dibatalkan,

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — Pemerintah China menutup rute transportasi untuk sementara. Hal ini menyusul kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan infeksi penyakit Covid-19. 

Saat ini, setiap pemerintah provinsi di China meminta penduduk untuk tidak melakukan perjalanan karena situasi wabah yang mengkhawatirkan. Di Ibu Kota Beijing, lebih dari puluhan penerbangan dibatalkan, serta pemberhentian operasi jalur kereta api juga dilakukan. 

Baca Juga

Dalam beberapa bulan terakhir, China memperketat pembatasan perjalanan karena wabah Covid-19 dari varian Delta yang memburuk. Menurut laporan, ada ratusan kasus penyakit dari varian ini terjadi, terkait dengan karyawan dari bandara. 

Wabah terbaru sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 400 orang di 25 kota, termasuk Beijing dan Wuhan untuk pertama kalinya sejak terakhir kali mencatat kasus COVID-19 tahun lalu. Kasus telah dilaporkan di 17 dari 31 provinsi di seluruh China. 

Sebanyak 71 kasus yang ditularkan secara lokal lebih lanjut dikonfirmasi pada Selasa (3/8). Ini menjadi jumlah kasus harian tertinggi sejak Januari di China.

Pemerintah dari 31 provinsi di China telah menyarankan penduduk untuk menghindari meninggalkan wilayah kecuali diperlukan. Selain itu mereka diminta untuk menjauh dari empat wilayah berisiko tinggi dalam upaya untuk mengekang penularan lebih lanjut dari varian Delta yang sangat menular.

Selain berbagai tindakan pembatas, Provinsi Nanjing dan Yangzhou juga membatalkan semua penerbangan domestik. Sementara, Beijing telah menangguhkan 13 jalur kereta api dan menghentikan penjualan tiket jarak jauh dari 23 stasiun.

Yangzhou, Wuhan, dan Zhengzhou juga meluncurkan pengujian di seluruh kota. Pemerintah Zhengzhou juga mengharuskan semua orang menunjukkan hasil tes negatif untuk meninggalkan kota.

Pakar penyakit menular terkemuka China, Zhong Nanshan, mengatakan sebagian besar pasien Covid-19 dengan varian Delta menunjukkan gejala ringan. Studi awal menunjukkan vaksin China efektif dalam mengurangi keparahan varian.

Meski telah melihat beberapa wabah sejak pertengahan 2020, pihak berwenang China telah menahannya melalui uji coba massal di seluruh wilayah. Pembatasan berupa karantina wilayah (lockdown) lokal yang ketat juga diberlakukan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA