Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Turki Tolak Keputusan AS Soal Pengungsi Afghanistan

Rabu 04 Aug 2021 18:39 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Salah satu suasana di Kabul, Afghanistan.

Salah satu suasana di Kabul, Afghanistan.

Foto: Anadolu Agency
Pernyataan AS akan menyebabkan krisis migrasi besar-besaran di kawasan.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki tidak akan menerima keputusan tak bertanggung jawab yang diambil oleh Amerika Serikat mengenai pengungsi Afghanistan. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Selasa.

Pernyataan itu muncul setelah Departemen Luar Negeri AS mengumumkan Program Penerimaan Pengungsi Prioritas untuk warga Afghanistan yang bekerja untuk pemerintah AS, organisasi non-pemerintah yang berbasis di AS, dan organisasi pers.

“Pernyataan Departemen Luar Negeri AS yang menyebutkan bahwa aplikasi imigrasi warga Afghanistan ke AS akan diterima dari negara ketiga melalui organisasi afiliasi, juga mengacu pada negara kami,” kata Tanju Bilgic.

Dia mengatakan pernyataan AS akan menyebabkan krisis migrasi besar di kawasan itu dan menambah penderitaan orang-orang Afghanistan di jalur migrasi.  "Pernyataan ini tidak dapat diterima karena mereka mengupayakan solusi di negara kita tanpa persetujuan kita," ujar Bilgic.

Menurut Bilgic, negaranya telah menampung jumlah pengungsi terbesar di dunia selama tujuh tahun terakhir, sehingga “tidak memiliki kapasitas untuk menampung arus migrasi baru".

Sumber, https://www.aa.com.tr/id/dunia/turki-tolak-keputusan-as-soal-pengungsi-afghanistan/2324169.

Baca Juga


Turki tidak akan mengambil alih tanggung jawab internasional negara ketiga dan tidak akan membiarkan undang-undangnya disalahgunakan oleh negara ketiga untuk tujuan mereka sendiri.
“Kami tidak ingin Turki menanggung beban krisis migrasi yang disebabkan oleh keputusan negara ketiga di kawasan kami," tandas dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA