Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Daarul Quran dan Kemenag Kerja Sama Kembangkan Pesantren

Rabu 04 Aug 2021 17:01 WIB

Red: Agung Sasongko

silaturahmi yang dilakukan jajaran Kementerian Agama bersama Daarul Qur’an, Selasa (4/8).

silaturahmi yang dilakukan jajaran Kementerian Agama bersama Daarul Qur’an, Selasa (4/8).

Foto: istimewa
Kemenag akan menggandeng Daarul Qur’an kembangkan kemandirian pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama akan menggandeng Daarul Qur’an dalam sejumlah program utamanya kemandirian pesantren yang menjadi amanah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Hal itu terungkap dalam silaturahmi yang dilakukan jajaran Kementerian Agama bersama Daarul Qur’an, Selasa (4/8). 

Hadir dalam silaturahmi yang digelar lewat virtual selain Menteri Agama juga pimpinan Daarul Qur’an yang diwakili langsung oleh KH. Yusuf Mansur selaku pendiri dan ustad Ahmad Jamil selaku Pimpinan Direktorat Pendidikan dan Ustad Anwar Sani selaku Pimpinan Direktorat Zakat, Infaq dan Wakaf Daarul Qur’an. 

Baca Juga

Dalam kesempatan tersebut Menteri Agama menyatakan kaget dengan jejak dakwah Daarul Qur’an yang ternyata sudah banyak dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

“Hari ini saya baru paham apa itu Daarul Qur’an. Selama ini saya hanya mengenal Paytren, ternyata Daarul Qur’an lebih luas dari itu. Insya Allah kita akan banyak berkolaborasi dalam berbagai sektor baik dari pendidikan, sosial dan juga bisnis” ujar Menteri Agama yang kerap disapa Gus Yaqut. 

Membuka acara, Yusuf Mansur menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kemenag atas sejumlah support dan dukungan dari setiap langkah Daarul Qur’an. Pembina Daarul Qur’an ini juga berharap bisa membantu kinerja Kemenag dalam berbagai sektor. 

“Insya Allah setelah ini kita akan banyak bergerak dan berjalan bersama” ujar Yusuf Mansur. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA