Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Pekan Lalu, Es Greenland Mencair Besar-besaran

Rabu 04 Aug 2021 00:35 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Dwi Murdaningsih

Greenland

Greenland

Foto: greenland.go
Percepatan pencairan es berkaitan dengan peristiwa atmosfer, yang disebut antisiklon,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lapisan es besar Greenland telah mencair secara besar-besaran. Cukup banyak es yang menghilang dalam satu hari pekan lalu di Greenland.

Para peneliti Denmark melaporkan es yang menghilang itu cukup untuk menutupi seluruh daratan Florida dalam dua inci (5 sentimeter) air. Dilansir dari laman Live Science, Selasa (3/8), sejak 27 Juli 2021, sekitar 9,37 miliar ton (8,5 miliar metrik ton) es telah hilang per hari dari permukaan lapisan es yang sangat besar di Greenland.

Jumlah ini adalah dua kali lipat dari rata-rata kehilangan es selama musim panas. Hal ini dilaporkan Polar Portal, situs Denmark yang dikelola oleh peneliti iklim Arktik. Institut Meteorologi Denmark mengatakan es yang mencair itu terjadi setelah suhu di Greenland utara melonjak hingga di atas 68 derajat Fahrenheit (20 derajat Celcius).

Baca Juga

Xavier Fettweis, seorang ilmuwan iklim di University of Liege, Belgia, memperkirakan bahwa sekitar 24 miliar ton (22 miliar metrik ton) es mencair dari lapisan es Greenland pada 28 Juli 2021. Sebanyak 13 miliar ton (12 miliar metrik ton) mulai menyatu dengan laut. Dia mengatakan bahwa 11 miliar ton (10 miliar metrik ton) es yang meleleh diserap kembali oleh paket salju berkat hujan salju lebat baru-baru ini.

Fettweis mengaitkan penyebab percepatan pencairan hari itu dengan peristiwa atmosfer, yang disebut antisiklon, di atas benua. Antisiklon adalah daerah bertekanan tinggi yang memungkinkan udara yang terkandung di dalamnya tenggelam, memanas seperti yang terjadi di musim panas dan menciptakan kondisi di mana cuaca panas dapat bertahan di satu daerah untuk waktu yang lama.

Hilangnya es tahunan Greenland dimulai pada tahun 1990. Dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat menjadi kira-kira empat kali lipat dari tingkat sebelum tahun 2000.

"Meskipun tidak seekstrem pada tahun 2019 dalam hal gigaton, area di mana pencairan terjadi bahkan sedikit lebih besar dari dua tahun lalu," tulis para peneliti Polar Portal dalam sebuah tweet.

Menurut perkiraan Pusat Data Salju dan Es Nasional AS (NSIDC), permukaan laut global akan naik sekitar 20 kaki (6 meter) jika semua es Greenland mencair.

Menurut data pemerintah Denmark, musim leleh Greenland biasanya berlangsung dari Juni hingga awal September. Musim pencairan tahun ini telah melihat lebih dari 110 miliar ton (100 miliar metrik ton) es mencair ke lautan.

Lapisan es Greenland adalah satu-satunya lapisan es permanen di Bumi selain yang ada di Antartika dan dengan luas sekitar 656.000 mil persegi (1,7 juta kilometer persegi).

Lapisan es Greenland dan Antartika membentuk 99 persen cadangan air tawar Bumi. Namun, keduanya telah kehilangan massa pada tingkat yang dipercepat karena perubahan iklim. Lembaran-lembaran tersebut telah kehilangan 7 triliun ton (6,4 triliun metrik ton) es gabungan sejak 1994, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Januari 2021 di jurnal The Cryosphere.

Tren pelelehan yang dipercepat di Greenland adalah tren yang dilihat para ilmuwan di wilayah es lainnya di seluruh dunia. Antara tahun 2000 dan 2019, gletser bumi kehilangan rata-rata 293,7 miliar ton (266 miliar metrik ton) massa per tahun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA