Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Demokrat: Publik Ingin Regenerasi Kepemimpinan

Selasa 03 Aug 2021 19:03 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus raharjo

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY didampingi para kader menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait ditolaknya hasil KLB Deli Serdang oleh Kementerian Hukum dan HAM, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (31/3). Dalam kesempatan tersebut AHY menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah yang menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang. Ia juga menegaskan tidak ada dualisme di internal Partai Demokrat.Prayogi/Republika

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY didampingi para kader menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait ditolaknya hasil KLB Deli Serdang oleh Kementerian Hukum dan HAM, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (31/3). Dalam kesempatan tersebut AHY menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah yang menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang. Ia juga menegaskan tidak ada dualisme di internal Partai Demokrat.Prayogi/Republika

Foto: Prayogi/Republika.
Demokrat mengaku ada harapan tahun 2024 menjadi momen ganti generasi kepemimpinan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat, Tomi Satryatomo, melihat ada kecenderungan publik menginginkan regenerasi kepemimpinan. Hal tersebut dibuktikan dengan tingginya generasi muda yang lebih memilih pemimpin yang segenerasi.

"Kalau kita lihat ada pembagian yang cukup jelas antara pemilih berdasarkan generasi dengan pemimpin yang segenerasi. Jadi misalnya Pak Prabowo dengan Pak Ganjar itu lebih banyak dipilih oleh Baby Boomers, tapi aspirasi publik lebih muda Gen Y, Gen X, Gen Z itu cenderung mengarah pemimpin yang lebih segenerasi, Mas Anies, Mas AHY, Mas Sandi dan lain-lain," kata Tomi dalam diskusi daring, Selasa (3/8)

Melihat fenomena tersebut dirinya menangkap adanya sinyal publik bahwa publik menginginkan pemimpin yang lebih muda. Ada harapan bahwa tahun 2024 menjadi momen untuk berganti generasi.

"Bonus demografi ini, generasi muda Indonesia ini menginginkan adanya pergantian, mereka menginginkan adanya pemimpin yang lebih bisa memahami aspirasi mereka, kegelishan mereka," ucapnya.

Sebelumnya dalam survei Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) diketahui bahwa sebanyak 19,5 persen responden berusia 41-56 tahun (Gen X) memilih Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2024. Dari generasi milenial (25-40 tahun) Prabowo mendapat dukungan di angka 17 persen.

"Selebihnya 16 persen untuk baby boomers (56 tahun ke atas), kemudian generasi Z (17-24 tahun) di angka 14,8 persen," kata Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam, dalam paparannya secara daring, Selasa (3/8).

Hal tersebut berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang paling banyak didukung oleh generasi Z dengan 24,8 persen. Anies juga banyak didukung oleh pemilih milenial dengan 18,8 persen. Kemudian Gubernur Jawa Tengah paling banyak didukung generasi baby boomers dengan 10,4 persen.

Sementara Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) paling banyak didukung oleh generasi baby boomers dengan 7,7 persen. AHY hanya didukung 5,1 persen generasi milenial dari total 2400 responden survei.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA