Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Cara Atasi Depresi pada Anak di Tengah Pandemi

Rabu 04 Aug 2021 01:04 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Anak depresi kerap terlihat murung. Ilustrasi.

Anak depresi kerap terlihat murung. Ilustrasi.

Foto: babble.com
Depresi pada anak dapat dicegah dengan melakukan pola asuh yang tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Depresi pada anak meningkat di masa pandemi akibat dari berbagai adaptasi yang tidak mudah dilalui. Anak hanya boleh di rumah saja, tidak bisa bertemu teman-teman, hingga pemakaian gawai yang berlebihan menjadi beberapa faktor penyebab depresi pada anak-anak.

"Depresi pada anak dapat dicegah dengan melakukan pola asuh yang tepat untuk mendukung kondisi mental anak," ujar Psikiater RS. Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor, dr Lahargo Kembaren, SpKJ, kepada Republika.co.id, Selasa (3/8).

Baca Juga

Dia menjabarkan prinsip Pola Asuh yang dapat dilakukan untuk mencegah depresi pada anak. Prinsip-prinsip itu antara lain: 

- LOVE, berikan cinta kasih, perhatian bagi anak dan pastikan kita selalu ada untuk mereka

- CONVERSATION, dorong anak untuk mau bercerita tentang apa yang dialaminya, pastikan dia nyaman dan bebas bercerita

- LISTEN, pastikan kita mendengarkan apa yang anak ceritakan, iya mendengarkan, bukan terlalu cepat menasihati dan menghakimi

- FEELING, cari tahu apa yang anak sedang rasakan dan validasi perasaan tersebut 

- SYMPTOMS, kenali tanda dan gejala depresi yang muncul

- BEHAVIOR, waspada terhadap berbagai perubahan perilaku yang ditunjukkan anak

- PATIENCE, sabar dalam menghadapi anak, jangan memberikan tekanan yang berat baginya

- EDUCATE, sampaikan pada anak pentingnya kesehatan jiwa

- COPING, bantu anak dalam mempelajari keterampilan koping yang efektif dalam menghadapi stres, misalnya melakukan relaksasi

- REST TIME, pastikan anak memiliki waktu istirahat dan tidur yang cukup

- PROBLEM SOLVING, bantu anak dalam mencari pemecahan masalah yang efektif dan realistis

- ENVIRONMENT, berikan anak lingkungan yang kondusif dan suportif untuk perkembangan mentalnya

- SUPPORT, secara reguler selalu berikan dukungan, motivasi dan pujian bagi anak

- EXERCISE, pastikan anak melakukan olah raga secara rutin untuk menjaga kesehatan fisik dan jiwanya tetap baik

- BE PROUD, sampaikan selalu pada anak bahwa kita bangga padanya, hal ini penting untuk membangun harga diri dan percaya dirinya

- HELP, datang dan berkonsultasi dengan profesional untuk mendapatkan pertolongan

 

"Kesehatan jiwa anak jauh lebih penting dari nilainya di sekolah. Mari sediakan waktu lebih banyak untuk anak karena mereka perlukan itu," kata dr. Lahargo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA