Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Kemenperin Dorong Industri Semen untuk Kelola Limbah Medis

Rabu 04 Aug 2021 01:36 WIB

Red: Nidia Zuraya

 Limbah medis (Ilustrasi). Kementerian Perindustrian tengah dalam proses menggerakkan industri semen untuk berpartisipasi dalam mengelola limbah medis di dalam negeri yang volumenya semakin meningkat.

Limbah medis (Ilustrasi). Kementerian Perindustrian tengah dalam proses menggerakkan industri semen untuk berpartisipasi dalam mengelola limbah medis di dalam negeri yang volumenya semakin meningkat.

Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Selama ini industri semen telah terbiasa untuk mengolah limbah industri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Kementerian Perindustrian tengah dalam proses menggerakkan industri semen untuk berpartisipasi dalam mengelola limbah medis di dalam negeri yang volumenya semakin meningkat."Kami saat ini berdiskusi dengan industri semen, untuk fasilitas pabrik mereka dapat digunakan untuk penanganan limbah medis," kata Menperin Agus Gumiwang Kartassasmita kepada Antara, Selasa (3/8).

Menurut Menperin Agus, selama ini industri semen telah terbiasa untuk mengolah limbah industri, di antaranya limbah sawit berupa Spent bleaching earth (SBE), yaitu limbah padat yang dihasilkan dari proses penyulingan minyak dari industri oleokimia. Sampai saat iniKemenperin masih melakukan penilaian untuk merealisasikannya, termasuk mengkaji apakah terdapat industri lain yang juga dapat berkontribusi.

"Masih dilakukan asessment," ujar Menperin Agus.

Diketahui, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat volume limbah medis meningkat.Tak hanya di Indonesia, tetapi hampir di seluruh negara di dunia, sehinggahal tersebut menjadi masalah tersendiri karena limbah medis yang dibuang begitu saja dapat membawa dampak bagi kesehatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA