Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Bongkar Makam untuk Gabung Jenazah Pria & Wanita, Bolehkah?

Rabu 04 Aug 2021 06:00 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Bongkar Makam untuk Gabung Jenazah Pria & Wanita, Bolehkah?

Bongkar Makam untuk Gabung Jenazah Pria & Wanita, Bolehkah?

Foto: IST
Pemakaman antara laki-laki dan perempuan pada prinsipnya terpisah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian Muslim mungkin ada yang mengalami keadaan di mana harus menggali kembali makam untuk menguburkan mayit yang baru di makam tersebut. Penggalian kembali makam ini adalah untuk menggabungkan mayit laki-laki dan perempuan.

Lantas apakah itu dibolehkan? Anggota Komisi Fatwa Darul Iftaa Mesir Syekh Mahmud Syalaby menjelaskan pada dasarnya laki-laki dimakamkan di tempat yang disediakan untuk laki-laki dan perempuan di makamkan di tempat yang memang disediakan untuk perempuan. Jadi, pemakaman antara laki-laki dan perempuan pada prinsipnya terpisah.

Baca Juga

"Laki-laki dan perempuan tidak dimakamkan di liang kubur yang sama. (Penggabungan keduanya) tidak dibenarkan kecuali dalam keadaan darurat atau terpaksa," kata dia.

Misalnya, Syekh Mahmud menjelaskan, ketika tidak ada lagi atau terbatasnya lahan pemakaman, maka mayit laki-laki dan perempuan boleh dimakamkan di liang kubur yang sama. Artinya, pemakaman mayit laki-laki dan mayit perempuan boleh digabung di satu liang kubur.

Meski digabung di satu liang kubur, Syekh Mahmud mengingatkan agar tetap memasang pembatas di antara keduanya. "Tetapi jika tidak ada kebutuhan yang sifatnya darurat, maka tidak boleh dikubur bersama," kata dia.

Karena itu pula, Syekh Mahmud menyampaikan, jika secara khusus membongkar makam misalnya berisi jenazah perempuan, lalu diangkut dan dipindahkan ke liang kubur yang lain untuk digabung bersama jenazah laki-laki, maka ini tidak dibolehkan. Kecuali dalam keadaan mendesak yang membuat jenazah harus dipindahkan.

"Membongkar makam secara khusus untuk menggabungkan jenazah laki-laki dan perempuan, itu tidak dibenarkan," jelasnya.

Link artikel asli

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA