Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

5 Hal yang Bisa Mempercepat Penyusutan Volume Otak

Rabu 04 Aug 2021 22:41 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Ketika memasuki usia 40 tahun, otak manusia menyusut sekitar 5 persen.

Ketika memasuki usia 40 tahun, otak manusia menyusut sekitar 5 persen.

Foto: www.freepik.com.
Ketika memasuki usia 40 tahun, otak manusia menyusut sekitar 5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika memasuki usia 40 tahun, otak manusia menyusut sekitar 5 persen, dan prosesnya kian cepat setelah menginjak 70 tahun ke atas. Penyusutan otak yang berlebih atau atrofi otak dikaitkan dengan kondisi neurodegeneratif seperti demensia dan penyakit Alzheimer.

Karena itulah, setiap individu harus mencegah proses penyusutan otak sejak dini. Dilansir dari EatThis, Rabu (4/8), berikut beberapa hal yang harus ditinggalkan karena bisa mempercepat penyusutan otak dan meningkatkan risiko gangguan.

1. Terlalu banyak minum alkohol
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa terlalu banyak minum alkohol dikaitkan dengan pengurangan volume otak. Agar tetap aman, para ahli merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi alkohol secara berlebih.

2. Terlalu banyak minum kopi
Menurut sebuah penelitian di Australia, orang yang minum lebih dari enam cangkir kopi sehari memiliki risiko 53 persen lebih tinggi terkena demensia dan volume otak lebih kecil daripada orang yang minum lebih sedikit. Studi ini mengamati sekitar 398 ribu orang Inggris yang diikuti antara delapan dan 12 tahun.

Tapi jangan langsung berpikir untuk meninggalkan kopi ya. Sebab, mengonsumsi kopi juga telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan, termasuk risiko yang lebih rendah dari penyakit jantung, beberapa jenis kanker, Alzheimer dan Parkinson. Jumlah maksimum yang disarankan adalah 400 miligram atau sekitar empat cangkir kopi dalam sehari.

3. Tidak cukup berolahraga
Sebuah penelitian dari Columbia University menemukan bahwa orang dewasa tua yang melakukan olahraga tingkat sedang seperti berjalan, berkebun, berenang, atau menari, memiliki penyusutan otak yang jauh lebih sedikit daripada mereka yang tidak aktif bergerak.

Studi ini menganalisis MRI otak dari 1.557 orang dewasa tua, yang kemudian dibandingkan dengan tingkat aktivitas fisik mereka. Para ahli telah mengungkap bahwa olahraga mampu meningkatkan aliran darah, oksigen, dan nutrisi ke otak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA