Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

Gantz: Israel akan Balas Serangan Iran pada Saat yang Tepat

Selasa 03 Aug 2021 09:43 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz.

Foto: AP/Abir Sultan/Pool European Pressphoto Agenc
Iran telah membantah menyerang kapal dagang Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel akan membalas siapa pun yang berusaha menyakiti negara Yahudi itu pada waktu yang tepat. Menteri Pertahanan Benny Gantz pada Senin (2/8) memperingatkan, Israel memiliki berbagai alat dan opsi untuk melindungi warganya.

Gantz menekankan, Iran harus membayar atas serangan pesawat tak berawak mematikan yang menghantam kapal Mercer Street di dekat pantai Oman. Serangan itu telah menewaskan dua orang yaitu seorang warga Rumania dan seorang warga negara Inggris.

Baca Juga

“Ini bukan hanya masalah Israel. Seluruh dunia melihat hasil agresi Iran dan harus mengambil tindakan. Setiap perjanjian dengan Iran juga harus mengatasi agresinya di kawasan dan kerugiannya, baik bagi orang-orang yang tidak bersalah maupun terhadap ekonomi global," ujar Gantz, dilansir Jerusalem Post, Selasa (3/8).

Iran membantah berada di balik serangan terhadap kapal yang dikelola Israel tersebut. Seorang pejabat Iran mengatakan, Teheran akan menanggapi setiap pembalasan.

“Meskipun Republik Islam Iran menganggap ancaman pejabat Barat dan rezim Zionis sebagai propaganda, setiap langkah yang bertentangan dengan kepentingan dan keamanan nasional Iran akan menghadapi tanggapan yang keras dan tegas, dan Washington serta London akan bertanggung jawab langsung atas tindakannya,” kata pejabat itu seperti dikutip oleh Nour News.

Gantz mengatakan, agresi maritim yang dilakukan Iran semakin memburuk. Dia menambahkan, Teheran telah menyerang lima kapal internasional selama setahun terakhir.

"Serangan mematikan terhadap Mercer Street, yang mengakibatkan pembunuhan dua warga sipil jelas merupakan pelanggaran hukum internasional. Ini tidak bermoral, dan itu merupakan eskalasi oleh Iran," kata Gantz.

Ancaman terpampang mata

Gantz mengatakan, ancaman yang ditimbulkan Iran bukanlah ancaman di masa depan. Namun ancaman itu telah terpampang nyata di depan mata.  Gantz menambahkan, Israel akan bekerja menghilangkan ancaman apa pun terhadap warga dan kepentingan Israel.

“Iran, di bawah Raisi (Presiden terpilih Ebrahim Raisi) yang akan menjabat pekan ini, akan lebih berbahaya bagi dunia, lebih merusak kawasan, dan akan berusaha keras menjadi ancaman eksistensial bagi Israel. Kami akan bekerja untuk menghilangkan ancaman semacam itu," kata Gantz.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Senin mengatakan, Iran harus menghadapi konsekuensi atas tindakan mereka. “Seorang warga negara Inggris meninggal. Sangat penting bahwa Iran dan setiap negara lain menghormati kebebasan navigasi di seluruh dunia, dan Inggris akan terus bersikeras akan hal itu," ujar Johnson.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA