Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

BIN Gencarkan Vaksinasi di Zona Merah Banten

Senin 02 Aug 2021 23:34 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan bersama pimpinan Pondok Pesantren Umul Quro KH. Syarief Rahmat (kiri) meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dari rumah ke rumah di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Ahad (1/8/2021). Vaksinasi yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN) bekerjasama dengan Pemkot Tangsel ini merupakan salah satu cara percepatan vaksinasi di Indonesia.

Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan bersama pimpinan Pondok Pesantren Umul Quro KH. Syarief Rahmat (kiri) meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dari rumah ke rumah di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Ahad (1/8/2021). Vaksinasi yang diadakan Badan Intelijen Negara (BIN) bekerjasama dengan Pemkot Tangsel ini merupakan salah satu cara percepatan vaksinasi di Indonesia.

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
BIN gencarkan vaksinasi bagi santri dan warga di Banten

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Intelijen Negara (BIN) melanjutkan vaksinasi terhadap para santri, yang kali ini dilakukan di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotussalam, Cimone, Kota Tangerang, Banten. Vaksinasi door to door juga dilakukan untuk menyikapi perkembangan Covid-19 di wilayah tersebut yang menjadi zona merah.

"Sehingga kami BIN bekerja sama dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, TNI, dan Polri untuk melaksanakan vaksinasi massal di Ponpes, sesuai arahan Bapak Presiden yang rencananya mulai Agustus dalam satu hari ditargetkan satu juta vaksin,” tutur Kepala BIN Daerah Banten, Brigadir Jendral TNI Cahyono Cahya Angkasa, dalam keterangan tertulis, Senin (2/8).

Cahyono mengatakan, selain terhadap para santri di Ponpes tersebut, vaksinasi massal juga dilakukan kepada warga sekitar. Menurut Cahyono, BIN melaksanakan vaksin di beberapa titik daerah Banten, di antaranya di beberapa Ponpes dan vaksin door to door yang semuanya merupakan episentrum merah.

“Sehingga kami melaksanakan vaksinasi massal yang cepat dan tepat. Agar bisa mencegah penyebaran Covid-19 dan punya kekebalan tubuh,” kata Cahyono.

Pada kesempatan itu, Cahyono mengingatkan kepada masyarakat dan santri agar tidak perlu takut ataupun khawatir terkait vaksin. Sebab, kata dia, sudah banyak sekolah yang muridnya telah divaksin dan tidak ada masalah.b“Kami mengimbau kepada masyarakat, Ponpes, ataupun sekolah agar jangan takut divaksinasi," jelas dia.

Di tempat yang sama, Kepala Ponpes Roudlotussalam, Cimone, Kota Tangerang, Banten, KH Abdul Mu’thi, mengapresiasi kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di Ponpesnya itu. Dia berterima kasih kepada pemerintah dan BIN yang telah peduli mengadakan vaksinasi kepada para santri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BIN yang telah peduli mengadakan vaksinasi di Ponpes Roudlotussalam, dalam rangka memberikan ikhtiar mengurangi terpaparnya Covid-19,” ucap KH Abdul Mu’thi.

Dia berharap, semua anak santri yang sudah divaksin nantinya bisa memiliki imunitas atau antibodi di dalamnya. Sehingga, nantinya mereka bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Menurut dia, anak-anak santri memiliki banyak kegiatan pengajian ke luar.

“Jadi untuk menghadapi Covid-19 mereka sudah punya imunitas agar tidak terpapar. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi Ponpes dan masyarakat sekitar yang ikut,” kata dia.

Sementara itu  salah satu santri Ponpes Roudlotussalam yang ikut vaksinasi, Putri Diana, mengatakan, setelah divaksin dirinya tidak merasa keluhan apapun. Dia berharap, setelah kegiatan vaksinasi dilakukan, ponpes maupun sekolah pada umumnya bisa kembali tatap muka dalam pembelajaran di sekolah.

“Terima kasih Bapak Presiden Joko Widodo dan BIN yang telah memfasilitasi kami para santri untuk divaksin. Semoga kami bisa kembali tatap muka di sekolah dan Pandemi Covid-19 segera berakhir,” kata dia.

Diketahui, BIN telah melaksanakan vaksinasi dan pembagian paket sembako dan vitamin bagi warga untuk tiga daerah, yaitu 2.500 paket sembako di Banten, 2.500 paket sembako di Jawa Timur, dan 2.500 paket sembako di Jawa Barat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA