Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Target Vaksinasi 1,2 Juta Orang per Hari Hingga Akhir Tahun

Senin 02 Aug 2021 21:12 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Mas Alamil Huda

Sejumlah tenaga kesehatan menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta.

Sejumlah tenaga kesehatan menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Langkah percepatan vaksin ini dilakukan agar tercapainya herd immunity di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan mulai Agustus hingga akhir tahun nanti per hari akan ada vaksin yang diberikan ke 1,2 juta orang per hari. Budi menjelaskan angka ini perlu dikebut untuk bisa menekan angka penularan Covid-19 dan menekan angka kematian. Langkah percepatan vaksin ini dilakukan agar tercapainya herd immunity di Indonesia.

"Tujuh aglomerasi Jawa-Bali, kita hanya suntik 382 ribu per hari pada Juli. Itu harus kita naikkan menjadi 1,2 juta per hari untuk 7 aglomerasi itu saja. Ada kenaikan hampir 4 kali lipat. Oleh karena itu memang tugasnya kami di Agustus dan September ini akan lebih berat," ujar Budi dalam konferensi pers, Senin (2/8).

Budi menjelaskan, langkah ini perlu dukungan dan kerja sama semua pihak. Budi menjelaskan, kerja sama antara TNI, Polri, pemda dan organisasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk bisa mempercepat vaksinasi.

"Oleh karena itu kami berhapar bahwa rekan-rekan bisa terus bekerja sama, TNI/Polri, kepada daerah, kemudian civil society, organisasi masyarakat, kita tertib, kita vaksin seluruh masyarakat. Saya yakin kita pasti bisa kalau melakukannya bersama-sama," ujar Budi.

Selain itu, Indonesia akan mendapatkan pasokan vaksin lagi sebesar 70 juta dosis. 70 dosis ini rencananya akan datang secara bertahap pada Agustus dan September.

Budi menjelaskan, Agustus dan September akan menjadi hari tersibuk untuk vaksinasi. Sebab, memang dalam delapan bulan ke depan pemerintah akan meningkatkan tingkat vaksinasi.

"Sehingga beban vaksinasi kita akan sangat tinggi. Sebagai perbandingan, Januari-Juli ada 90 juta vaksin yang datang. Jadi kita mneyelesaikan 90 juta dalam waktu 7 bulan, sekarang kita harus mengejar 70 juta dalam waktu delapan bulan," ujar Budi.

Hingga Desember nanti, Budi menargetkan, sebesar 258 juta dosis vaksin akan datang. Ini akan mencukupi dosis vaksin untuk sekitar 70 juta masyarakat lagi yang memang saat ini belum mendapatkan vaksin.

"Kalau semua bisa kita peroleh Agustus-Desember itu 331 juta. Ini kan hampir empat kali lipat dari apa yang kita peroleh di Januari-Juli. Jadi ini membutuhkan peningkatan yang sangat pesat dari sisi vaksinasi di seluruh daerah-daerah," ujar Budi.

Budi juga menjelaskan pemerintah akan memprioritaskan vaksinasi ke daerah yang beresiko tinggi. Daerah yang angka penularannya masih tinggi dan angka kematiannya tinggi akan mendapatkan pasokan prioritas.

"Kita akan konsentrasi ke daerah-daerah yang kasusnya paling banyak dan kematiannya tinggi, yaitu Jawa-Bali, khususnya 7 aglomerasi besar, Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, DIY, Surabaya Raya, Malang Raya, dan Bali. Itu daerah yang kasus aktifnya paling tinggi dan kematiannya paling tinggi," ujar Budi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA