Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Eng Hian, Pelatih Emas yang Hampir Terdepak dari Pelatnas

Senin 02 Aug 2021 19:56 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Pebulutangkis ganda Putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu melakukan selebrasi dengah pelatih mereka Eng Hian setelah mengalahkan lawannya ganda putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Greysia Pollii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medal emasi setelah mengalahkan Chen/Jia Yi Fan dua set langsung. 21-19 dan 21-15.

Pebulutangkis ganda Putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu melakukan selebrasi dengah pelatih mereka Eng Hian setelah mengalahkan lawannya ganda putri China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dalam final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). Greysia Pollii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medal emasi setelah mengalahkan Chen/Jia Yi Fan dua set langsung. 21-19 dan 21-15.

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Eng Hian membantu Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas ganda putri Olimpiade.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi pelatih sektor ganda putri di Indonesia tidak terlalu mendapat sorotan seperti halnya ganda putra, campuran, atau tunggal putra. Harap maklum karena dibanding sektor lainnya, prestasi ganda putri Indonesia memang biasa saja. Pada perhelatan Olimpiade sebelumnya, semua sektor pernah merebut medali emas. Hanya ganda putri yang belum.

Tetapi akhirnya sektor ini pun bisa disejajarkan setelah pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih emas satu-satunya di Olimpiade Tokyo 2020. Kini semua nomor bulu tangkis sudah berhasil merebut medali emas untuk Indonesia.

Baca Juga

Peran pelatih Eng Hian tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan Greysia/Apriyani. Masukan dan strategi matang terlihat dari perjalanan Greysia/Apriyani hingga meraih emas.

Namun ternyata Eng Hian pernah hampir terdepak dari pelatnas Cipayung pada 2016 lalu. "Saya pernah dihubungi Eng Hian bahwa dia akan didepak pada 2016. Saat itu saya berikan motivasi. Saya lihat Eng Hian ini pelatih bagus, rugi jika pelatnas melepaskannya. Syukur akhirnya tetap dipertahankan dan membuktikan kemampuannya dengan emas Olimpiade," kata mantan pebulu tangkis tunggal putra Hariyanto Arbi ketika dihubungi Republika.co.id, Senin (2/8).

Eng Hian merupakan ganda putra Indonesia yang sempat membela Inggris. Bersama Flandy Limpele, Eng Hian meraih perunggu di Olimpiade Athena 2004. 

Hariyanto melihat Eng Hian sebagai pelatih bagus. Ia memuji Eng Hian mau turun langsung melatih pemainnya. "Setiap saya berkunjung ke Pelatnas, saya lihat dia sendiri yang mengajari dan memberikan pukulan stroke kepada pemainnya," ungkap Hariyanto.

Menurut pemilik julukan Smash 100 Watt kala masih bermain, kedekatan pelatih dengan pemain seperti ini sangat penting. Memberikan pukulan stroke langsung kepada pemain, dinilai Hariyanto, penting dibandingkan pelatih yang hanya duduk dan berdiri memberi instruksi dari pinggir lapangan.

"Eng Hian sudah mempersiapkan pemainnya baik segi fisik dan mental. Lihat saja permainan Greysia/Apriyani tenang dan konsisten sepanjang pertandingan Olimpiade. Dia juga pintar membaca permainan lawannya, sehingga memberikan masukannyang tepat kepada pemainnya," lanjutnya.

Hariyanto seperti orang kebanyakan, awalnya tidak menduga nomor ganda putri dapat merebut emas. Melihat peta kekuatan, ia memprediksi ganda putri paling maksimal sekadar meraih medali. 

"Namun ketika mereka mengalahkan pasangan Jepang di laga terakhir grup, saya mulai melihat ada peluang untuk bisa merebut emas. Ternyata akhirnya terwujud," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA