Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Dokter: Jangan Aplikasikan Eyeliner di Area Bulu Mata Bawah

Selasa 03 Aug 2021 12:05 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Berdandan dengan eyeliner. Area di sepanjang garis bulu mata bagian bawah sebaiknya tidak dihias dengan eyeliner.

Berdandan dengan eyeliner. Area di sepanjang garis bulu mata bagian bawah sebaiknya tidak dihias dengan eyeliner.

Foto: Pxhere
Banyak perempuan yang sering mengaplikasikan eyeliner pada area bulu mata bawah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter mata Brittani Carver-Schemper membagikan pengetahuan soal riasan mata yang mungkin belum diketahui banyak orang. Lewat TikTok, Carver-Schemper memperingatkan pantangan dalam memakai eyeliner.

Dokter yang berdomisili di Fayetteville, Carolina Utara, Amerika Serikat, itu mewanti-wanti agar tidak mengaplikasikan eyeliner pada area waterline. Pasalnya, banyak perempuan kerap melakukannya.

Waterline adalah area di sepanjang garis bulu mata bagian bawah. Menurut sang dokter, memakai eyeliner di bagian tersebut bisa mengarah pada kondisi penyumbatan kelenjar tertentu dan menyebabkan penyakit mata kering.

"Mengapa sebaiknya tidak memakai eyeliner di bagian waterline?" tulis Carver-Schemper pada keterangan video. Akunnya, @bettervision, memiliki 204 ribu pengikut, namun video sudah disimak hampir 13 juta kali hingga kini.

Dalam video yang dipublikasikan pada 15 Juli 2021 itu, Carver-Schemper tampak menggunakan alat ekstraksi kepada salah satu pasiennya. Kelenjar mata pasien tersumbat karena memakai eyeliner di waterline sejak remaja.

Sang dokter menjelaskan bahwa ada kelenjar khusus di garis air mata yang mengeluarkan minyak. Dalam kondisi normal, sekresi yang dihasilkan oleh area tersebut seharusnya memiliki tekstur seperti minyak zaitun.

Berbeda apabila seseorang terus mengaplikasikan eyeliner di waterline. Sang optometrist (dokter yang biasanya mengobati masalah mata tanpa melakukan operasi) menjelaskan, tekstur sekresi bisa seperti pasta gigi.

Dengan kata lain, kelenjar terhalang sehingga tidak menghasilkan air mata yang sehat. Konsekuensi jangka panjang dari kondisi itu termasuk ketidaknyamanan pada mata dan gangguan penglihatan.

"Kami mendapati banyak pasien yang memakai eyeliner di waterline, dan hampir semuanya mengalami kerusakan kelenjar dalam tingkatan berbeda," ujar Carver-Schemper yang 20 tahun berkecimpung di bidangnya.

Selain pemakaian riasan mata yang kurang tepat, faktor lain penyebab mata kering adalah penggunaan ponsel atau tablet. Itu berkaitan dengan kebiasaan berkedip untuk mengeluarkan minyak dari kelenjar di kelopak mata.

"Saat fokus pada perangkat elektronik, jumlah kedipan mata seseorang berkurang 60 persen, menyebabkan minyak menebal dan kelenjar tersumbat," ungkapnya, dikutip dari laman Insider, Senin (2/8).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA