Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Jokowi Minta Daerah Percepat Vaksinasi

Senin 02 Aug 2021 15:44 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Andi Nur Aminah

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Angka kenaikan kasus kematian masih tinggi di daerah terutama di tujuh provinsi .

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta daerah agar mempercepat pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. Hal ini mengingat angka kenaikan kasus kematian masih tinggi di tujuh provinsi di Pulau Jawa dan Bali. "Pesan dari bapak Presiden, mengingat tujuh provinsi Jawa dan Bali ini tinggi sekali kenaikan kasusnya dan juga kematiannya, ini harus diakselerasi vaksinasinya," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers, Senin (2/8). 

Menkes menegaskan, percepatan vaksinasi difokuskan pada daerah-daerah yang memiliki lonjakan kasus kematian dan kasus positif tertinggi dibandingkan daerah lainnya. Pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan berbasis risiko. "Kenapa kita vaksinasi tenaga kesehatan duluan dan diistimewakan, karena mereka yang paling berisiko tinggi karena setiap hari harus melayani pasien Covid-19. Itu sebabnya kita berikan," tambahnya. 

Baca Juga

Karena itu, Menkes pun meminta agar daerah lain memahami kondisi ini. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, pada Juni lalu Indonesia baru mendapatkan sekitar 22 persen dari total vaksin yang dibutuhkan. "Jadi kalau Bapak Ibu yang sudah divaksinasi sekitar 20 persenan, itu kira-kira sama dengan nasional. Beberapa daerah yang lebih tinggi itu memang kematian dan kasus konfirmasinya tinggi sekali saja kita intervensi," tambahnya. 

Kendati demikian, ia memastikan pasokan vaksin akan terus didatangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pada Agustus hingga Desember nanti diperkirakan akan datang lebih dari 300 juta dosis vaksin. Karena itu, Menkes Budi meminta agar semuanya bekerja keras bersama untuk melaksanakan vaksinasi saat vaksin-vaksin tersebut telah tiba.

"Dan vaksinasi ini adalah cara pengabdian kita kepada masyarakat. Tidak usah merasa bahwa harus saya duluan, harus saya yang dapat panggungnya, ini demi kepentingan saya, tidak," kata Budi. Menkes yakin meskipun bangsa Indonesia banyak mengalami tekanan dan kesulitan, namun selalu dapat bangkit kembali jika dihadapi bersama-sama.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA