Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Tepis Jebakan Pandemi, Dimas: Pemerintah Sudah Optimal

Senin 02 Aug 2021 15:29 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho.

Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho.

Foto: Istimewa
Dimas Oky membantah jika pemerintah lengah menghadapi jebakan pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono memperingatkan pemerintah tentang risiko Indonesia memasuki jebakan pandemi Covid-19. Ketua Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho pun menepis pernyataan Pandu tersebut.

Dia menegaskan, pemerintah telah melakukan upaya optimal untuk menangani pandemi. Dimas menilai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro hinga Level 4, yang sudah berlaku sejak awal Februari hingga Agustus 2021, sebenarnya telah menunjukkan hasil yang cukup baik.  

"Penerapan PPKM ini targetnya adalah kurva melandai. Kalau kita lihat puncak kasus di 5 Februari 2021 sebanyak 176 ribu kasus, dan kasus aktif nasional per 26 Mei 2021 sebanyak 96 ribu kasus. Sehingga PPKM Mikro ini berhasil menurunkan laju kasus sebesar 45 persen," jelas Dimas dalam diskusi daring bersama komunitas alumni sejumlah kampus di Jakarta, Senin (2/8).

Mantan Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) tersebut menuturkan, lonjakan kasus positif Covid-19 pada Juni 2021, telah diantisipasi oleh pemerintah pusat. Di antaranya, dengan upaya pencegahan dan pelarangan mudik pada Lebaran lalu.

Karena itu, Dimas membantah jika pemerintah lengah menghadapi jebakan pandemi (pandemic trap) saat ini. Pasalnya, varian Delta merupakan varian baru Covid-19 yang memang memiliki kekuatan penularan lebih cepat dan masif.

"Tapi munculnya varian Delta sangat mengejutkan dan membuat lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia. Wajar jika banyak pemerintahan yang tidak cukup siap dalam menghadapi situasi tersebut. Apalagi, varian terbaru ini memiliki kemampuan bertransimisi lebih cepat sehingga penularan lebih mudah,” ujar Dimas.

Pengajar pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) tersebut juga mengapresiasi respon cepat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 terakhir. Menurut Dimas, RI 1 secara langsung menjelaskan kepada publik dan turun memberikan bantuan kepada masyarakat yang rentan.

"Saya melihat dalam penerapan PPKM kali ini Presiden mengambil inisiatif di depan. Mulai dari memimpin langsung rapat, bertemu tokoh masyarakat, doa bersama, konferensi pers, sampai meninjau lokasi isoman, memberikan bantuan dan memastikan keberadaan obat Covid-19, serta ketersediaan oksigen," ujanya.

"Presiden juga mengapresiasi gerakan gotong royong di masyarakat, dan memastikan kinerja dari kepala daerah secara langsung dalam merespon perkembangan. Hal ini jelas merupakan langkah kepemimpinan yang baik dan kita apresiasi," kata Dimas melanjutkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA