Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Protein dalam Plasma Darah Perlambat Proses Penuaan?

Senin 02 Aug 2021 09:30 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Penyakit alzheimer menyerang mereka yang di atas usia 55 tahun.

Penyakit alzheimer menyerang mereka yang di atas usia 55 tahun.

Foto: AP
Proses penuaan adalah faktor utama bagi penyakit Alzheimer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dari percobaan dengan tikus, peneliti Universitas Stanford temukan, sel otak tikus tua kembali tumbuh jika diberikan darah tikus muda. Itukah kunci awet muda?

Berbagai ide dari Silicon Valley, AS sudah membawa perubahan besar di dunia. Dari kawasan itu sekarang ada ide baru, tepatnya dari peneliti Tony Wyss-Coray yang bekerja pada Universitas Stanford. Ia mulai meneliti proses penuaan, setelah meneliti penyakit Alzheimer.

Baca Juga

Proses penuaan adalah faktor utama bagi penyakit Alzheimer. “Dan saya sangat terpukau dengan pertanyaan: mengapa kita semakin tua, apa yang menentukan umur sebuah organisme? Dan bagaimana orang bisa mengerti cara berfungsinya, atau memanipulasinya pada organisme?“ kata Tony Wyss-Coray.

Wyss-Coray dan timnya mencari sebuah materi yang bisa menahan proses penuaan atau membalikkannya. Ibaratnya mencari obat awet muda.

Plasma darah jadi tumpuan harapan

Satu hal yang dinilai bisa jadi pembawa harapan untuk awet muda, adalah plasma darah. Pakar terapi neurobiologi Karoly Nikolich menjelaskan, ia dan timnya, meneliti sekitar 2.000 protein dalam plasma darah.

“Dan kami melihat, sejalan dengan penuaan, banyak protein berubah," ucap dia.

Di antara protein yang mereka teliti, banyak yang buruk, yang semakin banyak di usia tua. Juga banyak protein baik, yang jumlahnya dalam tubuh kita semakin berkurang di usia tua.

Pada sejumlah tikus mereka meneliti, bagaimana dampak protein plasma darah bagi proses penuaan. Sejumlah tikus yang mereka teliti sudah seperti tikus tua, walaupun baru berusia 10 bulan. Mereka bukan hanya tua dari segi fisik saja, melainkan juga mental. Ingatan mereka sudah menurun.

Ini bisa dilihat, jika tikus harus menemukan lagi lubang di labirin, di mana mereka bisa masuk. Peneliti menguji, bagaimana reaksi tikus tua dan muda. Tikus muda menemukan lubang dalam 20 detik. Sementara tikus tua, perlu hampir empat kali lebih lama.

Kemudian peneliti memberikan plasma darah dari tikus muda kepada tikus tua. Hasilnya menakjubkan! Kemampuan mengingat pada tikus-tikus tua semakin baik. Mereka bisa menemukan lubang sama cepatnya seperti hewan muda.

Di dalam otak tikus-tikus itu, efek pemudaan juga bisa dilihat nyata. Yaitu dalam jumlah sel otak baru yang terbentuk.

 

sumber : DW
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA