Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Hamilton Curiga Terkena Efek Berkepanjangan Covid-19

Senin 02 Aug 2021 08:18 WIB

Red: Ratna Puspita

 Pembalap Mercedes Lewis Hamilton dari Inggris berdiri di podium usai memenangi Grand Prix Formula Satu Portugal di Sirkuit Internasional Algarve dekat Portimao, Portugal, Minggu, 2 Mei 2021.

Pembalap Mercedes Lewis Hamilton dari Inggris berdiri di podium usai memenangi Grand Prix Formula Satu Portugal di Sirkuit Internasional Algarve dekat Portimao, Portugal, Minggu, 2 Mei 2021.

Foto: AP/Manu Fernandez
Hamilton mengalami pusing dan kelelahan pascalomba Grand Prix Hungaria, kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton curiga dirinya terkena efek jangka panjang dari Covid-19 atau long Covid-19. Hamilton mengalami pusing dan kelelahan pascalomba Grand Prix Hungaria pada Ahad (1/8).

"Semuanya menjadi sedikit buram di podium," kata pebalap berusia 36 tahun asal Inggris itu setelah dicek oleh dokter tim Mercedes.

Baca Juga

Hamilton kemarin mengamankan podium setelah finis ketiga di belakang pembalap tim Alpine Esteban Ocon dan juara dunia empat kali Sebastian Vettel dari tim Aston Martin. Tahun lalu, Hamilton terjangkit Covid-19 dan harus melewatkan balapan penultima musim, Grand Prix Sakhir di Bahrain pada Desember.

Ia kembali membalap di balapan penutup musim di Abu Dhabi pada 13 Desember, dengan finis ketiga setelah dites negatif. Namun, ia mengaku mengalami efek pasca-Covid.

Di Hungaroring, ia mengaku efek itu masih terasa. "Saya belum bicara dengan siapapun khususnya tentang ini tapi saya rasa ini masih membekas," kata Hamilton yang kini mengubah defisit delapan poin dari Max Verstappen menjadi keunggulan enam poin atas pebalap tim Red Bull itu dalam pertarungan gelar.

"Saya ingat ketika saya mendapatinya, latihan telah berbeda sejak itu, tingkat kelelahan yang Anda alami, ini berbeda.”

"Siapa yang tahu apa yang terjadi hari ini, mungkin kekurangan cairan, saya tidak tahu. Tapi pastinya saya belum pernah mengalaminya."

“Saya mengalami hal serupa di Silverstone tapi ini jauh lebih buruk," kata pebalap yang meraih kemenangan keempatnya musim ini di kampung halamannya itu pada dua pekan lalu.

Sirkuit Hungaroring, sepanjang 4,3km dengan tikungan berliku yang konstan, sangat menuntut kekuatan fisik. Balapan di sana juga sering kali bercuaca panas.

Rekan satu tim Hamilton, Valtteri Bottas, membandingkan kokpit Mercedes saat sesi latihan bebas seperti sauna ala Finlandia. Hamilton, menyusul blunder setelah restart yang diakibatkan tabrakan beruntun di lap pembuka, mengatakan telah mengerahkan segalanya untuk mengejar Ocon, yang mengklaim kemenangan perdananya di F1 hari itu. "Balapan ini secara umum sangat sulit," kata Ocon.

"Trek ini dengan panas, kelembaban, tikungannya, Anda tidak bisa bernafas di sini. Saya merasa datar, saya merasa sepenuhnya 'mati' juga. Saya bisa bilang ke Anda saya akan tidur dengan tenang malam ini."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA