Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

12 Pemain J League yang Bela Jepang di Olimpiade Tokyo

Senin 02 Aug 2021 05:36 WIB

Red: Israr Itah

Daizen Maeda, pemain Yokohama Marinos yang membela timnas Jepang di Olimpiade Tokyo.

Daizen Maeda, pemain Yokohama Marinos yang membela timnas Jepang di Olimpiade Tokyo.

Foto: Dok J League
Timnas Jepang berhasil menembus semifinal Olimpiade Tokyo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas Jepang bersinar di cabang olahraga sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020. Jepang berhasil menembus semifinal pesta olahraga akbar sejagat.

Tergabung di grup A bersama Meksiko, Prancis, dan Afrika Selatan, timnas Jepang mampu keluar sebagai juara grup dan lolos ke perempat final. Samurai Biru berhasil menang 1-0 lawan Afrika Selatan, 2-1 lawan Meksiko, dan 4-0 kontra Prancis.

Baca Juga

Di perempat final, Jepang menyingkirkan Selandia Baru 4-2 lewat adu penalti dan akan bersua Spanyol pada semifinal, Selasa (3/8).

Di balik kegemilangan ini, ada deretan para pemain lokal yang berlaga di J League dan jadi tulang punggung timnas Jepang. Tercatat, ada 12 pemain dari 22 nama yang dibawa timnas Jepang ke Olimpiade berasal dari klub-klub J League, tak menghitung Ao Tanaka yang jelang Olimpiade resmi hijrah ke Fortuna Duesseldorf di Liga Jerman.

Ini para pemain J League di timnas Jepang pada Olimpiade Tokyo 2020:

Kiper

1. Keisuke Osako - Sanfrecce Hiroshima

Masih berusia 22 tahun, Osako sudah pernah dua kali membela timnas senior Jepang saat berlaga di Copa America 2019. Di klub, ia adalah kiper utama Sanfrecce Hiroshima musim ini, bermain 21 kali di Liga Jepang, mencatat enam cleansheet dan kebobolan 21 kali.

Meski begitu, di Olimpiade kali ini, ia hanya jadi kiper cadangan bagi Kosei Tani.

2. Kosei Tani - Shonan Bellmare

Masih 20 tahun, ia adalah kiper utama Samurai Biru di gelaran Olimpiade kali ini. Dari tiga laga babak grup, Kosei Tani hanya kebobolan satu kali, pada laga kedua lawan Meksiko.

Di Shonan Bellmare musim ini, ia berlaga 19 kali di J1 League, kebobolan 22 kali, dan tujuh nirbobol.

3. Zion Suzuki - Urawa Red Diamonds

Suzuki adalah kiper masa depan Jepang dengan kini masih berusia 18 tahun. Pemain yang memiliki darah Ghana dari ibunya dan lahir di Amerika Serikat ini bermain 11 kali saja di Urawa Reds musim ini, enam di liga dan lima di J League Cup.

Bek

4. Hiroki Sakai - Urawa Red Diamonds

Salah satu bintang besar di Jepang dan jadi satu dari tiga pemain yang berusia lebih dari 24 tahun di skuad Olimpiade kali ini. Berusia 31 tahun, ia sudah 65 kali membela timnas senior dan melanglang Eropa bersama Hannover 96 serta Marseille.

Sebelum Olimpiade dimulai, ia memutuskan pindah dari Marseille dan kembali ke Jepang untuk bermain bersama Urawa Reds. Ia selalu jadi starter dalam tiga laga babak grup Olimpiade Tokyo, dua kali bermain penuh dan berlaga 55 menit pada pertandingan ketiga saat ia juga mencetak satu gol.

5. Reo Hatate - Kawasaki Frontale

Bek kiri andalan Kawasaki Frontale, musim ini ia bermain 16 kali di J1 League, empat di Liga Champions Asia, dan sekali di Piala Super Jepang. Hatate masuk sebagai pengganti di laga pertama Olimpiade kontra Afrika Selatan, masuk pada menit ke-72, dan kemudian bermain penuh 90 menit pada laga terakhir grup lawan Prancis.

6. Koki Machida - Kashima Antlers

Koki Machida jadi bek tengah pelapis di tim ini, ia baru bermain sekali, masuk pada menit ke-85 pada laga pertama lawan Afrika Selatan. Di level klub, musim ini ia adalah andalan Antlers dengan bermain 20 kali di J1 League ditambah dua penampilan di J League Cup.

7. Ayumu Seko - Cerezo Osaka

Bek tengah cadangan lainnya di timnas U-24 Jepang dan belum bermain di Olimpiade, kalah bersaing dengan pemain-pemain Eropa seperti Maya Yoshida hingga Takehiro Tomiyasu.

Di Cerezo, ia bermain 17 kali musim ini yang tersebar di J1 League 11 laga, Liga Champions Asia empat pertandingan, dan Piala Kaisar sekali.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA