Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Mengapa Malaikat Tanya Penciptaan Manusia ? Ini Kata Hamka

Ahad 01 Aug 2021 20:02 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

Malaikat meminta penjelasan tentang alasan manusia diciptakan. Ilustrasi umat manusia

Malaikat meminta penjelasan tentang alasan manusia diciptakan. Ilustrasi umat manusia

Foto: Republika/Yasin Habibi
Malaikat meminta penjelasan tentang alasan manusia diciptakan

REPUBLIKA.CO.ID, — Ketika Allah SWT hendak menciptakan khalifah (manusia), malaikat bertanya tentang alasan kenapa Allah SWT menciptakan khalifah di bumi. Pertanyaan malaikat ini diabadikan dalam surat Al Baqarah ayat 30. 

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Baca Juga

“ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."   

Pertanyaannya mengapa malaikat itu bertanya? Prof Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) menjelaskan dalam tafsirnya Al-Azhar. Menurut Buya Hamka, artinya setelah Allah menyatakan maksud-Nya itu, maka Malaikat pun mohon penjelasan. "Khalifah manakah lagi yang dikehendaki Tuhan hendak menjadikan?"  

Dalam ayat tersebut terbayanglah oleh kita bahwa malaikat, sebagai makhluk Ilahi, yang tentu saja pengetahuannya tidak seluas pengetahuan Tuhan, meminta penjelasan, bagaimana agaknya corak khalifah itu?  

"Apakah tidak mungkin terjadi dengan adanya khalifah, kerusakan yang akan timbul dan penumpahan darahlah yang akan terjadi?"  

Padahal alam dengan kudrat iradat Allah telah tenteram, sebab mereka, malaikat, telah diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang patuh, tunduk, taat, dan setia. Bertasbih. bersembahyang mensucikan nama Allah.

"Rupanya ada sedikit pengetahuan dari malaikat-malaikat itu bahwasanya yang akan diangkat jadi khalifah itu ialah satu jenis makhluk," katanya. 

Buya Hamka mengatakan, menurut pendapat malaikat, bilamana jenis makhluk itu telah ramai, mereka akan berebut-rebut kepentingan di antara satu sama lain. 

Kepentingan satu orang atau satu golongan bertumbuk dengan satu orang atau satu golongan yang lain. 

"Maka beradulah yang keras, timbullah pertentangan dan dengan demikian timbullah kerusakan bahkan akan timbul juga pertumpahan darah," katanya.  

Dengan demikian ketenteraman yang telah ada, dengan adanya makhluk, malaikat yang patuh, taat dan setia, menjadi hilang," katanya.     

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA