Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Indonesia Terima Lagi Pasokan Vaksin Moderna dan AstraZaneca

Ahad 01 Aug 2021 18:29 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Petugas membawa boks berisi vaksin COVID-19 jenis Moderna setibanya di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (1/8/2021). Sebanyak 3,5 juta vaksin COVID-19 Moderna tiba di Indonesia dengan skema Covax dose sharing dari Amerika Serikat.

Petugas membawa boks berisi vaksin COVID-19 jenis Moderna setibanya di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (1/8/2021). Sebanyak 3,5 juta vaksin COVID-19 Moderna tiba di Indonesia dengan skema Covax dose sharing dari Amerika Serikat.

Foto: Antara/Fauzan
Indonesia hari ini kedatangan 3,5 juta dosis Moderna dan 620 ribu dosis AstraZaneca.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia kembali mengamankan ketersediaan stok vaksin untuk masyarakat. Sebanyak 3,5 juta dosis vaksin siap pakai Moderna tiba di Indonesia pada Ahad (1/8) siang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, selain vaksin Moderna, Indonesia juga akan kembali menerima sebanyak 620 ribu dosis vaksin jadi AstraZeneca pada Senin (2/8).

“Alhamdulillah pada hari ini kita menerima kedatangan vaksin produksi Moderna dari Amerika Serikat melalui fasilitas Covax dan AstraZeneca dari Inggris yang merupakan sumbangan dari Pemerintah Kerajaan Inggris, hasil kerja sama bilateral Indonesia-Inggris,” ujar Muhadjir dalam keterangannya secara virtual.

Kedatangan kedua jenis vaksin ini merupakan upaya pemerintah dalam mengamankan ketersediaan vaksin untuk masyarakat. Pemerintah pun mengapresiasi upaya kerja sama untuk mendatangkan vaksin Covid-19 ini.

“Untuk semua itu, kami mengucapkan banyak terima kasih. Kehadiran vaksin tahap ke-32 dan 33 ini adalah merupakan bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya keras menghadirkan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia,” jelas Muhadjir.

Pemerintah Indonesia telah mengamankan sekitar 440 juta dosis vaksin yang datang secara bertahap. Ketersediaan pasokan vaksin ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target vaksinasi sebanyak dua juta dosis per hari guna mempercepat terciptanya kekebalan komunal.

“Sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden pada bulan Agustus ini, hal ini penting karena semakin banyak penduduk Indonesia yang memiliki kekebalan, semakin baik di dalam melawan Covid-19,” lanjutnya.

Ia mengatakan, kerja sama berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam mempercepat program vaksinasi, baik melalui pihak swasta, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga-lembaga lainnya.

Pemerintah, lanjutnya, juga menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat adalah vaksin yang aman, berkhasiat, dan halal. Kendati demikian, program vaksinasi juga perlu didukung oleh penerapan protokol kesehatan secara ketat di lingkungan masyarakat.

“Vaksinasi tidak bisa berdiri sendiri melainkan harus tetap disertai disiplin 3M dan penguatan 3T di dalam melawan Covid-19,” ujarnya.

Muhadjir menyampaikan, pemerintah terus melakukan langkah-langkah penting guna mempercepat pemulihan kesehatan, membangkitkan produktivitas, dan mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Saya ingin mengingatkan sekali lagi kepada semua pihak untuk terus mematuhi kebijakan PPKM yang dikeluarkan oleh pemerintah karena kebijakan tersebut adalah merupakan upaya untuk melindungi kita semua dan menekan laju penyebaran dan penularan Covid-19,” jelasnya.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA