Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

FDA Sebut Lonjakan Kasus Varian Delta akan Usai

Senin 02 Aug 2021 00:05 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Mantan komisaris FDA sebut lonjakan kasus varian delta akan selesai dalam beberapa pekan.

Mantan komisaris FDA sebut lonjakan kasus varian delta akan selesai dalam beberapa pekan.

Foto: AP/Frank Franklin II
Mantan komisaris FDA sebut lonjakan kasus varian delta akan selesai beberapa pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan komisaris Food and Drug Administration (FDA) Scott Gottlieb memperkirakan lonjakan varian delta Covid-19 di seluruh AS akan berlangsung beberapa pekan lagi. Berbicara di CNBC, Gottlieb mempertanyakan apakah panduan penggunaan masker baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tepat, dan mengingatkan bahwa meskipun vaksin Covid-19 aman dan efektif, tapi itu bukan perisai.

“Intinya adalah, vaksin tidak membuat Anda kebal terhadap infeksi. Ada beberapa orang yang mengalami infeksi ringan dan tanpa gejala bahkan setelah vaksinasi,” kata Gottlieb dilansir The Daily Signal, Ahad (1/8).

Gottlieb juga mengakui bahwa varian delta jauh lebih mudah menular daripada jenis asli virus corona, tetapi dia mempertanyakan apakah lonjakan kasus harus mengarah pada penegakan persyaratan masker atau vaksin? “Saya pikir kita terlalu jauh memperkirakan gelombang delta ini. Saya pikir dalam dua atau tiga minggu lagi kita akan melewati ini,” ujar dia.

Mantan komisaris FDA itu menambahkan bahwa pedoman baru dapat memiliki dampak yang dapat diabaikan dalam mengurangi penyebaran virus. Berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa orang Amerika yang tidak divaksinasi, yang merupakan mayoritas kasus baru, rawat inap, dan kematian, jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mematuhi pedoman baru daripada rekan-rekan mereka yang divaksinasi.

CDC mengumumkan panduan barunya yang mendesak orang Amerika untuk memakai masker di dalam ruangan, terlepas dari status vaksinasi. Varian itu bertanggung jawab atas lebih dari 80 persen kasus baru di negara itu, dan telah melonjak di daerah di mana tingkat vaksinasi rendah.

“Jika Anda divaksinasi di daerah prevalensi tinggi, kontak dengan virus, (dan) Anda berpikir Anda mungkin memiliki virus karena Anda memiliki gejala ringan, berhati-hatilah, lakukan tes, mungkin pakai masker terutama jika Anda berada di sekitar orang yang rentan,” kata Gottlieb.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA