Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Jelang Final, Greysia tak Mau Terlalu Pikirkan Lawan

Ahad 01 Aug 2021 14:12 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Ratna Puspita

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu mengembalikan kok ke arah ganda putri Korea Selatan Lee Sohee/Shin Seungchan dalam semifinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). Greysia/Apriyani menang 21-19, 21-17 dan melaju ke final.

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu mengembalikan kok ke arah ganda putri Korea Selatan Lee Sohee/Shin Seungchan dalam semifinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). Greysia/Apriyani menang 21-19, 21-17 dan melaju ke final.

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Greysia mengatakan cukup akrab dengan lawan di final karena sudah sering berhadapan.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Sejarah tercipta di Musashino Forest Sport Plaza saat pasangan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, melaju ke perebutan medali emas. Mereka mengalahkan So-Hee Lee/Seung-chan Shin di semifinal dengan skor 21-19 dan 21-17. 

Greysia/Apriyani akan mengamankan medali pertama Indonesia di nomor ganda putri setelah pindah ke perebutan medali emas. Greysia/Apriyani akan menghadapi Qingchen Chen/Jia Yifan dari China dalam perebutan medali emas. 

Baca Juga

Pasangan Tiongkok mengalahkan pasangan Korea lainnya, So-yeong Kim/Hee-yong Kong, straight game 21-15, 21-11. Greysia/Apriyani akan berusaha untuk tetap fokus dan konsentrasi. 

Mengenai strategi mereka di final, Greysia mengatakan mereka cukup akrab dengan lawan di final karena mereka sudah saling berhadapan selama bertahun-tahun. "Kami ingin menjaga pola pikir kami sejak kami tiba di Tokyo. Kami ingin menikmati setiap pertandingan. Tidak ingin terlalu memikirkan lawan kami. Kami hanya mencoba untuk tetap tenang dan pulih untuk pertandingan berikutnya," kata Greysia, dikutip dari NOC Indonesia, Ahad (1/8).

Greysia mengatakan, kunci kemenangan mereka di semifinal adalah chemistry antara dirinya dan Apriyani. Itu diuji ketika mereka tertinggal 8-11 di set pertama sebelum menyamakan skor pada 11-11 dan kemudian mengamankan set pembuka. 

Greysia mengungkapkan, sejak masuk lapangan, ia mengatakan kepada Apriyani untuk harus menang di dua game pertama. "Strategi kami berhasil, tapi lawan tidak menyerah. Jadi kami mengubah pendekatan kami dengan bola-bola pendek dan mencoba mengumpan mereka, jadi kami punya kesempatan untuk melawan," jelas Greysia. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA