Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Malaysia Kaji Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim  

Ahad 01 Aug 2021 13:11 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Makam khusus Covid-19 Muslim agar bisa dikelola secara syari. Ilustrasi makam jenazah Covid-19

Makam khusus Covid-19 Muslim agar bisa dikelola secara syari. Ilustrasi makam jenazah Covid-19

Foto: Republika/Thoudy Badai
Makam khusus Covid-19 Muslim agar bisa dikelola secara syari

REPUBLIKA.CO.ID, PORT DICKSON – Pemerintah Malaysia akan mempertimbangkan perlunya membuka pemakaman untuk menampung kuburan umat Muslim yang meninggal karena Covid-19. 

Hal demikian diungkapkan Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama), Datuk Seri Zulkifli Mohamad Al-Bakri, usai menyerahkan santunan kepada 200 pengelola kantin dan petugas kebersihan melalui drive-through, yang diselenggarakan oleh Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim) di Port Dickson, Sabtu (31/7).

Baca Juga

Selanjutnya, dia mengatakan akan ada diskusi dengan Dewan Fatwa Nasional dan mufti dari semua negara bagian untuk meminta pandangan mereka tentang masalah ini. Menurutnya, fokus diskusi itu akan membahas pemakaman yang akan berada di Wilayah Federal, khususnya Kuala Lumpur.

"Hal ini agar jenazah yang meninggal akibat Covid-19 dapat dikelola dengan baik," kata Zulkifli, dilansir di Bernama, Ahad (1/8).

Zulkifli mengatakan, lebih dari 1 juta ringgit telah dikeluarkan Yadim untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di seluruh tanah air, terutama dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. 

Selain itu, menurutnya, penggalangan donasi juga dilakukan atas kerjasama berbagai lembaga swadaya masyarakat. 

Malaysia telah mencatat total kasus virus corona sebanyak 1.113.272 sejauh ini. Negara ini memiliki total sebanyak 9.024 kasus meninggal karena Covid-19 dan 914.639 angka kesembuhan dari penyakit tersebut.     

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA