Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Target LIN Rp 3,71 T Harus Diikuti Pembenahan Layanan

Senin 02 Aug 2021 02:09 WIB

Red: Nidia Zuraya

Nelayan mengangkut hasil tangkapannya. ilustrasi

Nelayan mengangkut hasil tangkapannya. ilustrasi

Foto: ANTARA/Arnas Padda
KKP menargetkan program LIN dapat berkontribusi besar kepada PNBP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat kelautan Abdul Halim menyatakan target kontribusi Lumbung Ikan Nasional (LIN) yaitu PNBP sebesar Rp 3,71 triliun per tahun harus diikuti dengan pembenahan layanan. Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan itu di Jakarta, Ahad (1/8), menyatakan pihaknya tetap optimistis dengan target yang ditetapkan oleh KKP tersebut.

"Namun, perlu inovasi dan kreativitas layanan publik agar target bisa dicapai dengan tetap memperhatikan kepuasan masyarakat perikanan terhadap layanan yang diberikan," kata Abdul Halim.

Ia berpendapat bahwa sejumlah inovasi dan kreativitas terkait pelayanan dalam LIN antara lain adalah ketersediaan angkutan atau transportasi laut yang memadai. Kemudian, menurut dia, pelayanan pelabuhan yang prima, dan transparansi berkenaan dengan sistem administrasi dan keuangan terkait layanan publik di sektor perikanan dan transportasi laut.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan program LIN dapat berkontribusi kepada penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp3,71 triliun per tahun karena potensinya sangat melimpah terkait dengan aktivitas sektor perikanan.

"Apabila keseluruhan (LIN) ini kita implementasikan akan ada penerimaan negara sekitar Rp3,7 triliun per tahun dari WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) 718," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga yang digelar secara virtual, Rabu (28/7).

Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 718 (WPPNRI 718) meliputi perairan Laut Aru, Laut Arafuru dan Laut Timor Bagian Timur. Secara administratif, tercakup dalam wilayah Provinsi Papua, Papua Barat dan sebagian Maluku.

Selain itu, ujar menteri, potensi penyerapan tenaga kerja untuk industri perikanan yang terkait dengan program tersebut di WPPNRI 718 dinilai cukup banyak, yaitu diperkirakan mencapai lebih dari 5.500 orang.

Trenggono mengungkapkan, KKP sudah merancang mekanisme penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718 yang termasuk dalam area LIN.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA