Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Wamenag Minta Polemik Agama Baha'i Dihentikan

Sabtu 31 Jul 2021 20:50 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Teguh Firmansyah

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

Foto: dok. Kemenag
Apa yang disampaikan Menag merupakan bagian dari kewajiban konstitusional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas atau yang biasa dipanggil Gus Yaqut memberikan ucapan hari raya kepada para penganut agama Baha’i dalam sebuah video. Ucapan Menag tersebut kemudian menjadi polemik di tengah masyarakat.

Wakil Menteri Agama, Zainit Tauhid Sa'adi meminta kepada masyarakat untuk menghentikan polemik tersebut. "Sebaiknya polemik terkait dengan agama Baha'i dihentikan karena dinilai sudah tidak proporsional. Isunya juga sudah melebar kemana-mana," ujar Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (31/7).

Menurut dia, apa yang disampaikan oleh Menteri Agama hendaknya tidak perlu ditafsirkan secara berlebihan. Karena, jelas Zainut, apa yang disampaikan Menag merupakan bagian dari kewajiban konstitusional yang melekat sebagai pejabat negara yang mengharuskan memberikan pelayanan kepada semua warga negara, tanpa pengecualian. "Sehingga, dimohon kepada semua pihak untuk bisa mendudukkan masalah ini secara proporsional," ucapnya.

Lebih lanjut, Zainut menjelaskan bahwa Kementerian Agama terus mengembangkan dan mensosialisasikan penguatan moderasi beragama yang tujuannya tak lain untuk menghadirkan keharmonisan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, menurut dia, moderasi beragama tidak akan dapat tercipta tanpa pinsip adil dan berimbang.

Dia mengatakan, penguatan moderasi beragama diperlukan sebagai strategi kebudayaan dalam merawat keindonesiaan.  "Sebagai bangsa yang sangat heterogen, sejak awal para pendiri bangsa sudah berhasil mewariskan satu bentuk kesepakatan dalam berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang telah nyata berhasil menyatukan semua kelompok agama, etnis, bahasa, dan budaya," kata Zainut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA