Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Djokovic Kalah dari Busta dalam Perebutan Perunggu Olimpiade

Ahad 01 Aug 2021 00:05 WIB

Red: Endro Yuwanto

Petenis putra asal Serbia, Novak Djokovic.

Petenis putra asal Serbia, Novak Djokovic.

Foto: AP/Patrick Semansky
Djokovic membawa kembali kenangan tentang kesalahannya yang terkenal saat vs Busta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Novak Djokovic melemparkan raketnya ke tribun yang kosong dan melemparkan satu lagi raketnya mengenai tiang net saat ia kehilangan ketenangan dalam perjalanannya untuk mengalahkan Pablo Carreno Busta. Kedua petenis tunggal putra itu memperebutkan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Sabtu (31/7).

Pemegang 20 gelar Grand Slam yang berharap meraih gelar Golden Grand Slam itu sebelumnya ditaklukkan oleh Alexander Zverev, 4-6, 7-6 (8/6), dan 3-6 pada Jumat, dan kesempatannya untuk menyabet medali perunggu digagalkan oleh petenis Spanyol Carreno Busta yang menang pada match point keenamnya, seperti dilaporkan AFP.

Ini adalah pertama kalinya unggulan teratas Djokovic kalah dalam dua pertandingan tunggal berturut-turut sejak kekalahan dari Dominic Thiem dan Roger Federer di ATP Tour Finals 2019. Pertandingan untuk mengamankan medali perunggu itu berlangsung selama dua jam 47 menit di bawah cuaca panas Tokyo.

Djokovic, yang akan berjuang memenangkan leg terakhir kalender Grand Slam di US Open bulan depan, menyelamatkan satu match point pada tie-break set kedua untuk berlanjut ke gim penentu. Namun petenis Busta, yang juga menyingkirkan unggulan kedua Daniil Medvedev pada awal Olimpiade, mencetak 32 winner dengan performa yang luar biasa. Sementara Djokovic hanya mencatat 18 winner.

Busta, pemain berusia 30 tahun, itu akhirnya meraih kemenangan pada gim terakhir ketika lawannya yang terkenal itu melepaskan pukulan forehand yang mengenai net.

Djokovic membawa kembali kenangan tentang kesalahannya yang terkenal saat melawan Carreno Busta tahun lalu dalam ajang US Open, ketika ia secara tidak sengaja memukul bola ke hakim garis. Ia melemparkan raketnya tinggi-tinggi ke tribun kosong saat break point, dan masuk pada gim pembuka set ketiga masih dalam kondisi emosional. Ia lalu menghancurkan raket lain setelah pukulannya gagal karena mengenai net.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA