Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

BOR RS Turun, Warga Tangerang Diminta tak Isoman di Rumah

Sabtu 31 Jul 2021 15:52 WIB

Rep: Eva Rianti   / Red: Bayu Hermawan

Pasien Covid-19 (ilustrasi)

Pasien Covid-19 (ilustrasi)

Foto: AP/Tatan Syuflana
Pemkot Tangerang meminta masyarakat memanfaatkan fasilitas isoman di rumah sakit.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang meminta warga yang terpapar Covid-19 tidak melakukan isolasi mandiri di rumah dan memanfaatkan fasilitas isolasi yang disediakan. Hal itu seiring dengan menurunnya tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19 di wilayah tersebut.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, tingkat BOR pasien Covid-19 di RS Kota Tangerang saat ini bergerak di angka sekitar 68 persen. Adapun, tingkat BOR di RIT mencapai 40 persenan. Kondisi itu berbeda dibandingkan dengan tingkat BOR sebelum penerapan PPKM darurat 3 Juli lalu di angka 90 persenan atau bahkan penuh.

Baca Juga

Dengan turunnya angka BOR tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi mengimbau warga untuk memanfaatkan fasilitas isolasi terpusat yang ada, baik RS maupun RIT. Sehingga mereka tidak perlu melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Saat ini keterisian tempat tidur Covid-19 kian stabil, jadi pasien isoman bisa memanfaatkan fasilitas isolasi terpusat agar terpantau," kata Liza dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/7).

Terlebih, lanjutnya, bagi mereka yang lanjut usia (lansia) dan memiliki komorbid serta kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk menjadi lokasi isolasi. Hal itu agar mudahnya akses penanganan pada pasien jika saat-saat tertentu mengalami kondisi yang memburuk.  

"Dengan isolasi di faskes terpusat, kita dapat memantau jika terjadi perburukan gejala. Serta dengan terjaganya dokter dan perawat selama 24 jam, pemulihan pasien juga akan semakin cepat," jelasnya.

Namun, Liza mengatakan, warga yang masih melakukan isoman di rumah tetap mendapat pengawasan secara berkala serta pasokan obat-obatan yang dibutuhkan. "Mereka yang lapor dan memeriksakan kondisinya di puskesmas secara otomatis petugas akan memberikan paket obat-obatan, serta memberikan nomor dokter puskesmas yang bisa dihubungi untuk konsultasi kondisi hariannya secara lebih lanjut," jelasnya.

Satgas Covid-19 Kota Tangerang mencatat, data terbaru per Jumat (31/7) menunjukkan ada penambahan kasus Covid-19 sebanyak 355 orang. Secara keseluruhan kasus Covid-19 di Kota Tangerang menjadi 24.866 kasus. Adapun penambahan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 1.004 orang, sehingga totalnya menjadi 19.096 orang. Sedangkan yang masih dirawat bertambah 657 orang menjadi 5.432 orang. Adapun yang meninggal dunia bertambah delapan orang menjadi 338 orang. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA