Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Mesir Hukum Mati 24 Anggota Ikhwanul Muslimin

Jumat 30 Jul 2021 22:20 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Palu Hakim di persidangan (ilustrasi)

Palu Hakim di persidangan (ilustrasi)

Vonis mati anggota Ikhwanul Muslimin terkait klaim pembunuhan petugas kepolisian.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Pengadilan Mesir pada Kamis menjatuhkan hukuman mati kepada 24 anggota Ikhwanul Muslimin dalam dua kasus terpisah yang melibatkan pembunuhan petugas kepolisian.

Surat kabar milik negara al-Ahram mengatakan Pengadilan Kriminal Damanhour memerintahkan hukuman mati untuk 16 terdakwa yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, termasuk Mohamed Sweidan, pemimpin regional organisasi tersebut, atas keterlibatan mereka dalam pengeboman bus polisi di Kota Rashid, Provinsi Beheira, pada 2015. Enam dari terdakwa diadili tanpa kehadiran di pengadilan.

Sumber,  https://www.aa.com.tr/id/dunia/pengadilan-mesir-hukum-mati-24-anggota-ikhwanul-muslimin/2318914.

Baca Juga

Menurut al-Ahram, ledakan itu menewaskan tiga petugas polisi dan melukai 39 lainnya.
Pengadilan yang sama juga menjatuhkan hukuman mati kepada delapan anggota Ikhwanul Muslimin yang dituduh membunuh seorang petugas polisi pada Desember 2014 di Kota Ad Dilinjat di Beheira.

Kasus ini dibatalkan untuk tiga terdakwa karena mereka telah meninggal dunia. Surat kabar itu tidak menjelaskan apakah putusan itu sudah final atau dapat diajukan banding.

Namun, Organisasi Shehab untuk Hak Asasi Manusia, yang berada di luar Mesir, mengatakan putusan tersebut bersifat final karena dikeluarkan oleh pengadilan darurat.

Tidak ada angka pasti untuk hukuman mati yang dikeluarkan di Mesir tahun ini kecuali 10 hukuman mati yang dijatuhkan pada bulan April dan hukuman mati yang dijatuhkan terhadap 12 pemimpin Ikhwanul Muslimin atas kasus pembubaran Rabaa pada 2013.

Pada Februari 2019, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi membela hukuman mati dalam pertemuan puncak antara negara-negara Arab dan Eropa.

Menyusul penggulingan mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi pada 2013, pihak berwenang Mesir sering menganiaya anggota dan pemimpin Ikhwanul Muslimin serta melarang kelompok tersebut.

sumber : Anadolu
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA