Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Rekomendasi FK Unair untuk Penanganan Pandemi Covid-19  

Sabtu 31 Jul 2021 00:20 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah / Red: Nashih Nashrullah

FK Unair rekomendasikan penanganan Covid-19 dari hulu ke hilir. Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

FK Unair rekomendasikan penanganan Covid-19 dari hulu ke hilir. Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Foto: Ist
FK Unair rekomendasikan penanganan Covid-19 dari hulu ke hilir

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) membentuk gerakan aksi bersama serentak tanggulangi Covid-19. Melalui tim ini, Unair memberikan sejumlah rekomendasi untuk penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung di Indonesia.

 

Baca Juga

"Masalah pandemi ini sangat kompleks. Pemecahan masalah harus dilakukan di semua lini, baik di hulu maupun di hilir. Program gebrak serentak ini akan fokus pada pemecahan di komunitas dan di dalam rumah sakit," kata Ketua Tim Perumus Rekomendasi Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair, Hendy Hendarto, dalam Sosialisasi Rekomendasi Guru Besar FK Unair untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Jumat (30/7).

 

Rekomendasi, lanjut Hendy, dibagi menjadi dua yaitu umum dan khusus. Rekomendasi umum diberikan untuk seluruh komponen bangsa termasuk masyarakat yang harus mempunyai persepsi sama bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami krisis. 

 

Kondisi darurat ini memerlukan tindakan prioritas yang langsung berdampak pada perbaikan di masyarakat.

 

Hendy mengatakan, diperlukan partisipasi dari seluruh komponen bangsa untuk bergotong royong mengatasi pandemi. Semua kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi pandemi harus bersinergi dan terkoordinasi dengan satgas Covid-19 pusat maupun daerah.

 

Sementara itu, rekomendasi khusus dibagi ke dalam hulu dan hilir. Di bagian hulu, Hendy mengatakan FK Unair mendorong penguatan dan pendampingan isolasi mandiri oleh tenaga kesehatan. Teknologi telemedicine harus dioptimalkan sesuai panduan satgas.

 

"Perlu perhatian pada kelompok rentan di masyarakat, yaitu usia lanjut, ibu hamil, bayi, anak, orang dengan komorbid, serta kehati-hatian pada klaster keluarga," ujar Hendy.

 

Selanjutnya yakni penguatan satgas tingkat lokal dengan partisipasi organisasi-organisasi di masyarakat. Perlu juga dibuka komunikasi hotline untuk masyarakat yang membutuhkan informasi pandemi sesuai panduan satgas Covid-19 dengan mengikutsertakan perguruan tinggi di daerah tersebut.

 

Sementara itu, Hendy menambahkan, untuk bagian hilir saat ini telah terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Artinya, terjadi overcapacity pasien dan kekurangan sarana serta sumber daya manusia (SDM).

 

Upaya menambah tenaga, fasilitas kesehatan, dan perhatian pada keselamatan tenaga kesehatan perlu dilakukan. "Mengatasi lonjakan pasien dengan mengurangi jumlah pasien yang diharapkan secara bertahap bisa dilakukan dengan mengatasi masalah di hulu," ujar Hendy.

 

Bagi rumah sakit, guru besar FK Unair ini mengusulkan untuk pendayagunaan dokter umum, magang, dan paramedis untuk menjadi relawan Covid-19 dengan diadakan pelatihan sebelumnya. 

 

Selain itu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) diharapkan juga ikut berpartisipasi melalui program pelayanan di rumah sakit.

 

Hendy menambahkan, rumah sakit juga diimbau untuk membuat daftar atau pemetaan donor plasma konvalesen di masyarakat. "Berkoordinasi dengan PMI dan instansi terkait, sehingga segera siap digunakan saat diperlukan," kata dia lagi.   

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA