Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Tahanan Wanita Palestina Diinterogasi dengan Kata Cabul

Jumat 30 Jul 2021 19:03 WIB

Rep: Kamran Dikarma/Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Penjaga penjara Israel berdiri di pintu masuk penjara Ketziot di Israel selatan. (ilustrasi)

Penjaga penjara Israel berdiri di pintu masuk penjara Ketziot di Israel selatan. (ilustrasi)

Foto: Reuters/Yehuda Lachiani/Maariv
Laporan mengungkap Israel menyiksa dan melecehkan tahanan wanita Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- The Palestinian Commission of Detainees and Ex-Detainees Affairs mengatakan, Israel telah melakukan penyiksaan dan pelecehan terhadap para tahanan wanita Palestina. Hal itu terjadi di penjara Damon yang terletak di Israel utara.
 
Dalam laporan setebal 40 halaman yang dirilis pada Kamis (29/7), Palestinian Commission of Detainees and Ex-Detainees Affairs mengungkapkan, sebanyak 40 tahanan wanita Palestina di penjara Damon menghadapi penahanan dan interogasi yang brutal.

“(Mereka) menjadi sasaran semua metode penyiksaan psikologis dan perampasan kebutuhan hidup paling dasar," kata mereka dalam laporannya, dikutip laman Middle East Monitor.

Laporan turut mengutip keterangan saksi mata, yakni Mona Qaadan (50 tahun). Ia adalah warga Palestina yang sempat ditahan di penjara Damon selama tiga bulan. Qaadan mengungkapkan, saat ditahan, dia diinterogasi selama 22 hari berturut-turut. Hal itu berlangsung dari pukul 08:00 hingga 04:00 pagi keesokan harinya.

"Selama (sesi interogasi), dia (Qaadan) tetap diborgol dengan borgol besi ke belakang, diikat ke kursi dan menjadi sasaran kata-kata cabul, hinaan dan ancaman untuk menangkap semua keluarganya, termasuk saudara laki-lakinya Tariq, yang sebenarnya ditangkap kemudian," kata Palestinian Commission of Detainees and Ex-Detainees Affairs.

Kepada Palestinian Commission of Detainees and Ex-Detainees Affairs, Qaadan pun mengungkapkan bahwa kondisi ruang tahanannya tak layak dan bau. Suhunya pun terkadang dingin dan panas. “Mereka (para sipir) mengontrol suhu ruangan, dan meskipun saya meminta bahan pembersih beberapa kali, mereka menolak,” kata Qaadan dalam laporannya.

Setidaknya 4.850 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel. Di dalamnya termasuk 225 anak-anak dan 540 tahanan administratif.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA