Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Keterisian Tempat Tidur RS di Jakarta Turun Jadi 62 Persen

Jumat 30 Jul 2021 15:44 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria alias Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/7).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria alias Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (24/7).

Foto: Eva Rianti
Wagub DKI menyebut, di RS hingga rumah susun, jumah pasien Covid-19 kini menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat keterisian tempat tidur alias bed occupancy ratio (BOR) di sejumlah rumah sakit (RS) yang merawat pasien Covid-19 di Ibu Kota pada Jumat (30/7), turun menjadi 62 persen. "BOR di RS sudah turun jadi 62 persen," kata Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jumat (30/7).

Dia menjelaskan penurunan keterisian tempat tidur tersebut salah satunya disebabkan karena jumlah kasus Covid-19 di DKI perlahan mulai menurun. Kasus positif di Jakarta, lanjut dia, mengalami tren menurun, meski tes usap berbasis polymerase chain reaction (PCR) masih tinggi, yakni 20 kali lipat dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain BOR, lanjut dia, tingkat keterisian tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) di 140 RS Jakarta juga sudah turun jadi 84 persen. Tak hanya itu, Riza melanjutkan, kapasitas di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, hingga rumah susun yang menampung pasien tanpa gejala Covid-19, juga menurun.

Riza memang tidak menyebutkan detail keterisian di RSD Wisma Atlet dan tempat isolasi pasien orang tanpa gejala. Meski begitu, ia memastikan angka pasien Covid-19 yang dirawat sudah jauh berkurang.

"Wisma apakah itu di rusun, Wisma Atlet semua sudah turun. Jadi, semua tempat siap, tersedia dengan berbagai fasilitas yang mencukupi," ucap Riza.

Berdasarkan data Pemprov DKI di laman corona.jakarta.go.id, per Kamis (29/7) jumlah tes usap berbasis PCR hingga pukul 10.00 WIB di Jakarta mencapai 25.242 tes. Dalam satu pekan terakhir, jumlah tes usap PCR mencapai 195.480 tes. Padahal tes PCR per pekan sesuai target WHO di Jakarta mencapai 10.645 tes.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA