Jumat 30 Jul 2021 14:06 WIB

Banyuwangi Bentuk 669 Tracer untuk Pelacakan Covid-19

Mereka akan disebar ke seluruh desa dan kelurahan se-Banyuwangi.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Banyuwangi Bentuk 669 Tracer untuk Pelacakan Covid-19 (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Banyuwangi Bentuk 669 Tracer untuk Pelacakan Covid-19 (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,BANYUWANGI -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi membentuk Tim Tracer yang bertugas melakukan tracing (pelacakan) Covid-19 di tiap desa dan kelurahan. Tim ini akan membantu puskesmas dalam melaksanakan tes dan pelacakan terhadap kontak erat pasien covid-19. 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, setidaknya akan ada 669 orang yang masuk dalam tim tracer. Mereka akan disebar ke seluruh desa dan kelurahan se-Banyuwangi. Kehadiran tim ini diharapkan bisa menangani penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Ipuk, salah satu kunci penanganan pandemi itu 3T (tes, tracing, treatment). Tracing yang luas dan cepat bisa memutus mata rantai penularan Covid-19. "karena kita tahu secepat mungkin warga yang terpapar dari pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif. Terima kasih atas gotong royong semua pihak,” kata Ipuk di Mapolresta Banyuwangi, Jumat (30/7). 

Tim tracer di Banyuwangi terdiri atas sejumlah anggota Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan relawan. Tim akan bertugas membantu puskesmas melakukan penyisiran terhadap kontak erat pasien Covid-19. 

Ipuk tak menampik, selama ini presentase pelacakan kasus Covid-19 di Banyuwangi sudah termasuk yang tertinggi di Jatim. Meskipun demikian angkanya memang masih belum ideal. Sebab itu, dia mengharapkan dukungan tim tracer agar pelacakan bisa semakin cepat dan luas.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, jumlah Tim Tracer bisa terus bertambah karena animo para relawan sangat tinggi. Satu tim petugas tracer setidaknya akan menyisir 1 hingga15 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19. 

Selain melakukan tracing dan testing, tim juga akan mengarahkan warga yang terpapar untuk melakukan isolasi secara terpusat. Mereka harus menjalani proses tersebut di tempat yang telah disediakan di setiap kecamatan.

Selanjutnya, tim tracer juga akan bertugas memberikan informasi dan edukasi yang benar tentang Covid-19, termasuk isolasi. "Semuanya melaporkan hasil aktivitasnya kepada petugas Puskesmas sebagai koordinator tracer,” kata dia menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement