Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Laba Bersih BSI Tumbuh 34,29 persen jadi Rp 1,48 Triliun

Jumat 30 Jul 2021 11:08 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi. PT Bank Syariah Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 1,48 triliun pada semester pertama 2021.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi. PT Bank Syariah Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 1,48 triliun pada semester pertama 2021.

Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA
Kenaikan laba didorong pertumbuhan pembiayaan dana pihak ketiga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 1,48 triliun pada semester pertama 2021. Adapun realisasi ini naik 34,29 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,1 triliun. 

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, kenaikan laba didorong pertumbuhan pembiayaan dana pihak ketiga (DPK), sehingga biaya dana dapat ditekan. Hal itu mendorong kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil tumbuh 12,71 persen secara year on year (yoy). 

"Untuk meningkatkan kinerja, pada tahun ini BSI fokus menjaga kualitas pembiayaan dan mengelola coverage ratio dengan tetap mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan akselerasi kapasitas digital dan operasional," ujar Hery saat konferensi pers virtual, Jumat (30/7).

Dengan pertumbuhan laba yang signifikan, perusahaan dapat meningkatkan rasio profitabilitas. Hal itu ditandai dengan meningkatnya return on equity (ROE) dari 11,69 persen per Juni 2020 menjadi 13,84 persen per Juni 2021. 

Untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, perusahaan juga telah mencadangkan cash coverage sebesar 144,07 persen pada semester I 2021. Dari sisi liabilitas, penghimpunan DPK sebesar Rp 216,36 triliun atau naik 16,03 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 186,49 triliun. 

Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan dana murah melalui layanan jasa keuangan giro dan tabungan yang sebesar 54,81 persen dari total DPK. Hal itu menurunkan biaya dana atau cost of fund dari 2,78 persen pada semester satu 2020 menjadi 2,14 persen pada paruh pertama tahun ini.

Dengan kinerja tersebut, BSI mencatatkan total aset sebesar Rp 247,3 triliun pada semester pertama 2021. Adapun torehan itu naik sekitar 15,16 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 214,7 triliun.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA