Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Sakit Jantung James, Selamatkan Saudaranya dari Kematian

Kamis 29 Jul 2021 20:44 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Sakit jantung (ilustrasi)

Sakit jantung (ilustrasi)

Foto: Pixabay
James dan Jon adalah saudara kembar yang memiliki masalah pembuluh darah identik.

REPUBLIKA.CO.ID, WREXHAM -- Seorang pengacara di Wrexham, Wales, bernama James Bagby, mengalami serangan jantung saat berlari. Namun, peristiwa traumatis itu justru mampu menyelamatkan nyawa saudara kembarnya.

Semua berawal ketika pria berusia 47 tahun itu sedang berlari 10 mil pada pagi hari. Di tengah aktivitasnya, dia pingsan.

Seorang perawat yang kebetulan lewat melakukan CPR di pinggir jalan. Singkat cerita, James tersadar di rumah sakit dua hari kemudian. Dia dirawat oleh ahli jantung di Venturi Cardiology, dr Scott Murray.

Ketika Murray mendengar bahwa James memiliki saudara kembar identik, Jon, dia meminta James menemuinya. Dia lantas melakukan serangkaian tes, termasuk CT scan jantung, yang memungkinkan dokter untuk melihat apakah ada penyakit. Tes tersebut mengungkapkan, Jon memiliki masalah pembuluh darah yang identik dengan saudaranya.

Jon, yang saat itu tinggal di Turki bersama istrinya Tamasin dan putranya yang berusia enam tahun Isaac, adalah seorang pelari seperti James yang bugar dan sehat. Dr Murray ingin bertemu Jon dan melakukan pemeriksaan kesehatan jantung yang sama seperti yang dia lakukan kepada James, mulai dari elektrokardiogram (EKG) yang memeriksa ritme jantung dan aktivitas listrik, ekokardiogram (gema) yang memeriksa fungsi pemompaan. dan katup jantung dan tes darah ke tes CT jantung.

James menjelaskan, ternyata Jon dan dirinya sama-sama memiliki gen yang salah, yang tidak dapat menangani kolesterol jahat dengan baik. Hal itu mengakibatkan penumpukan plak di arteri, dan dia sama-sama berisiko terkena serangan jantung yang bisa terjadi kapan saja.

Jon berada pada tingkat tinggi risiko aliran darah terbatas ke jantung, yang meningkatkan risiko serangan jantung. 

"Apa yang saya alami sudah cukup buruk, tetapi mendengar bahwa saudara kembar saya sama-sama berisiko mengalami hal yang sama, itu mengerikan," ujar James dilansir di Wales Online, Selasa (27/7).

James akan selalu mengingat kata-kata dr Murray. "Yaitu setelah semua tes, Jon berada dalam posisi yang jauh lebih baik sekarang karena dia tahu dia punya masalah dan sesuatu dapat dilakukan untuk mengatasinya," kata dia.

Seperti James, Jon sekarang menggunakan statin seumur hidup untuk mengurangi kadar kolesterol yang dibuat dari hatinya, penghambat ACE, dan dosis aspirin setiap hari. "Kami berdua menjalani tes darah tahunan, kami berhati-hati untuk makan dengan sehat dan jika kami berlari, kami selalu membawa ponsel kami dan memastikan kami dapat dilacak," jelasnya.

Dr Murray mengatakan, penyelidikan aterosklerosis tanpa gejala tetapi berpotensi rentan belum menjadi fokus utama bagi ahli jantung klinis. "Setelah mengetahui bahwa James memiliki saudara kembar identik, yang juga seorang atlet yang rajin, kami pikir penting untuk melakukan serangkaian tes investigasi. Perlu diperingatkan sebelumnya, dan senang mendengar bahwa mereka berdua masih sehat sampai hari ini," ujarnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA