Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Belum Vaksinasi Covid? Hindari Tempat-Tempat Ini

Kamis 29 Jul 2021 20:24 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Dwi Murdaningsih

Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 sebelum diberikan kepada warga (ilustrasi).

Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 sebelum diberikan kepada warga (ilustrasi).

Foto: Antara/Umarul Faruq
Di AS, 97 persen pasien Covid-19 yang dirawat di RS belum divaksinasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vaksinasi Covid-19 berperan dalam membangun kekebalan tubuh untuk melawan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 ini. Sayangnya, masih ada cukup banyak orang di dunia yang belum divaksinasi di dunia karena beragam alasan.

Bila dibandingkan dengan mereka yang sudah menerima vaksin Covid-19, orang-orang yang belum divaksinasi cenderung lebih berisiko terhadap Covid-19 dan komplikasinya. Di Amerika Serikat misalnya, Direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Dr Rochelle Walensky mengungkapkan bahwa 97 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit merupakan pasien yang belum divaksinasi.

Oleh karena itu, profesor di bidang ilmu kedokteran dan pembedahan dari George Washington University Dr Jonathan Reiner mengimbau agar orang-orang yang belum divaksinasi lebih waspada. Salah satunya adalah dengan menghindari beberapa tempat yang memiliki risiko penularan Covid-19 cukup tinggi.

Salah satu contoh tempat yang tak dianjurkan Dr Reiner untuk dikunjungi oleh orang-orang yang belum vaksinasi adalah bar. Contoh lainnya adalah restoran di mana pengunjung pasti akan membuka masker saat bersantap.

"Anda (yang belum divaksinasi) sebaiknya mungkin tidak bersantap di restoran," ungkap Dr Reiner, seperti dilansir CNN.

Pemerintah di negara-negara Eropa juga memiliki pendapat yang serupa. Mereka berencana untuk melarang orang-orang yang belum divaksinasi memasuki tempat-tempat  seperti bar dan restoran di musim panas ini.

"Bersama kita akan mengalahkan virus ini, kita terus melanjutkannya," jelas Presiden Prancis Emmanuel Macron, seperti dilansir The Guardian.

Peneliti dari Institut Pasteur Prancis pernah melakukan studi mengenai tempat-tempat yang berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19. Studi ini mengungkapkan bahwa mengunjungi restoran, bar, atau gym berkaitan dengan peningkatan risiko infeksi SARS-CoV-2. Akan tetapi, menggunakan transportasi publik dan mengunjungi toko tidak menampakkan hasil yang sama.

Peneliti menilai peningkatan risiko ini lebih berkaitan dengan kurang tertibnya penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat tersebut. Saat makan di restoran misalnya, orang-orang yang tidak tinggal serumah akan duduk cukup berdekatan di ruangan tertutup tanpa menggunakan masker.

"Pertemuan pribadi, keluarga atau teman, adalah sumber utama infeksi," jelas ahli epidemiologi Arnaud Fontanet, seperti dilansir France24.

Fontanet mengatakan kegiatan makan bersama orang lain yang dilakukan di rumah pun bisa memiliki risiko yang sama seperti di restoran. Oleh karena itu, sangat penting untuk bisa memastikan pertemuan di masa pandemi dilakukan dalam cara yang paling aman untuk melindungi semua orang, khususnya orang yang lebih rentan tertular Covid-19. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA