Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Fokus Vaksinasi Diminta Fokus di Luar Jawa dan Bali

Jumat 30 Jul 2021 00:25 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Nora Azizah

Vaksinasi perlu ditingkatkan di luar Jawa dan Bali karena tingginya kasus Covid-19.

Vaksinasi perlu ditingkatkan di luar Jawa dan Bali karena tingginya kasus Covid-19.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Vaksinasi perlu ditingkatkan di luar Jawa dan Bali karena tingginya kasus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR Puan Maharani menyoroti tingginya kasus baru Covid-19 di luar Pulau Jawa dan Bali. Untuk itu, ia meminta pemerintah juga meningkatkan jumlah vaksinasi di pulau-pulau lain.

"Sekarang vaksinasi juga harus fokus ke luar Pulau Jawa dan Bali yang angka kasusnya naik,” ujar Puan lewat keterangan tertulisnya, Kamis (29/7).

Ketersediaan stok vaksin harus dipastikan pula tersebar ke daerah-daerah yang menjadi perhatian. Setidaknya, vaksinasi dosis pertama harus menjangkau seluas-luasnya di semua daerah.

“Vaksinasi kita akan terus kejar-kejaran dengan laju penularan sampai mencapai herd immunity. Jadi vaksinasi tidak boleh terhenti karena stok vaksin kosong,” ujar mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu.

Percepatan vaksinasi yang terus meluas ke luar Jawa dan Bali dapat meminimalisir risiko di daerah-daerah di zona merah. Keterlambatan pencegahan akan membuat situasi lebih buruk dapat terjadi.

"Percepatan vaksinasi di luar Pulau Jawa dan Bali adalah upaya tepat mencegah perpindahan episentrum Covid-19 di situasi ketersediaan tenaga dan fasilitas kesehatan yang lebih terbatas,” ujar Puan.

Diketahui, pemerintah meningkatkan jumlah target minimal masyarakat Indonesia yang harus divaksinasi dari semula 181,5 juta mejadi 208,2 juta orang. Penambahan ini disebabkan adanya perluasan cakupan vaksinasi yakni kelompok usia 12-17 tahun dan ibu hamil.

"Pemerintah telah memutuskan bahwa jumlah minimal masyarakat yang akan divaksinasi naik dari target semula sebanyak 181,5 juta orang menjadi 208.265.720, angka ini termasuk anak dan remaja berusia 12-17 tahun," ujar Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA