Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Kasus Covid-19 Naik, Twitter Tutup Kantor di New York

Jumat 30 Jul 2021 00:10 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Nora Azizah

Twitter juga menutup kantornya di San Fransisco, karena melonjaknya kasus Covid-19.

Twitter juga menutup kantornya di San Fransisco, karena melonjaknya kasus Covid-19.

Foto: Flickr
Twitter juga menutup kantornya di San Fransisco, karena melonjaknya kasus Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan media sosial, Twitter, telah menutup kantornya di San Francisco dan New York ketika kasus Covid-19 melonjak akibat varian Delta yang sangat menular. Namun, perusahaan sedang pembukaan kembali, ditambah dengan sejumlah tindakan pencegahan saat bekerja.

Penutupan kantor dilakukan selama dua pekan. Namun, seiring meningkatnya jumlah karyawannya yang telah divaksin, Twitter berencana untuk kembali ke kantor dengan kapasitas 50 persen, setelah selama lebih dari 16 bulan mereka bekerja di rumah.

"Twitter telah membuat keputusan untuk menutup kantor kami yang dibuka di New York dan San Francisco serta menghentikan pembukaan kembali kantor di masa depan, segera berlaku," tulis perusahaan dalam sebuah pernyataan kepada USA TODAY, dikutip Kamis (29/7).

Mereka akan terus memantau kondisi yang terjadi di dua daerah tempat kantornya berada. Kemungkinan besar, varian Delta dapat memacu lebih banyak penutupan kantor di Amerika Serikat. Penyebarannya juga menyebabkan banyak perusahaan menunda rencana pembukaan kembali, sementara yang lain hanya mengizinkan karyawan yang telah divaksinasi untuk kembali ke kantor.

CEO Apple, Tim Cook telah merencanakan agar karyawan kembali ke kantor tiga hari dalam seminggu pada September. Namun, saat ini ia mengatakan bahwa karyawan tidak akan kembali ke kantor sampai Oktober.

Hal serupa juga dilakukan Google, yang akan menunda kembali ke kantor hingga pertengahan Oktober.

Sebelumnya pada Rabu (28/7), Google dan Facebook akan mewajibkan vaksin bagi karyawannya di AS yang bekerja di kantor. Mereka adalah salah satu perusahaan swasta terbesar yang menjadikan vaksinasi sebagai persyaratan.  

Kedua perusahaan mengatakan mereka akan membuat pengecualian untuk alasan medis dan lainnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA