Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Pertama Kali, Astronom Deteksi Cahaya dalam Lubang Hitam

Kamis 29 Jul 2021 17:34 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Dwi Murdaningsih

Foto lubang hitam pertama yang berhasil ditangkap ilmuwan.

Foto lubang hitam pertama yang berhasil ditangkap ilmuwan.

Foto: AP
Temuan ini mengonfirmasi teori dari Albert Eisntein.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gas, debu, dan cahaya yang terhisap dalam sebuah lubang hitam (black hole) di luar angkasa pasti akan menghilang selamanya. Karena itu, tidak mungkin untuk dapat melihat cahaya dari balik lubang hitam. 

Namun, cahaya terlihat oleh para astronom saat mengamati lubang hitam supermasif di pusat galaksi yang berjarak 800 juta tahun cahaya. Saat mempelajari serangkaian suar sinar-X yang dipancarkan oleh lubang hitam, astrofisikawan dari Universitas Stanford Dan Wilkins memperhatikan pola sinar-X unik yang tertinggal tepat di belakang ledakan awal.

Baca Juga

Suar tersebut lebih kecil dan menampilkan tanda spektral yang sedikit berbeda. Tanda menunjukkan bahwa suar berasal dari balik lubang hitam.

“Setiap cahaya yang masuk ke lubang hitam tidak pernah keluar, jadi kita seharusnya tidak dapat melihat apa pun yang ada di balik lubang hitam itu," ujar Wilkins, penulis utama studi tersebut dalam siaran pers, dilansir UPI, Kamis (29/7). 

Menurut Wilkins, alasan mengapa cahaya dapat terlihat di lubang hitam tersebut adalah adanya bengkok ruang, di mana cahaya membelok dan memutar medan magnet di sekitarnya. Kemampuan melihat cahaya dari balik black hole pernah diprediksi dałam teori relativitas umum oleh Albert Einstein.

Namun, hingga saat ini, para astronom belum secara langsung mengamati fenomena tersebut. Rekan penulis studi, Roger Blandford, yang juga merupakan seorang profesor humaniora dan sains di Stanford mengatakan ketika astrofisikawan mulai berspekulasi tentang bagaimana medan magnet mungkin berperilaku dekat dengan lubang hitam. 

“Banyak yang tidak tahu bahwa suatu hari mungkin ada teknik untuk mengamati ini secara langsung,” kata Blandford. 

Wilkins pertama kali melihat emisi sinar-X yang tidak biasa saat mempelajari korona lubang hitam. Ketika gas dan debu ditarik ke dalam piringan akresi yang mengelilingi lubang hitam, material tersebut memadat dan membentuk apa yang disebut korona, yang menghasilkan cahaya sinar-X yang sangat terang.

Para ilmuwan memperkirakan korona terdiri dari plasma, yang terbentuk ketika elektron terpisah dari atom gas bertekanan tinggi. Menurut teori, plasma yang berputar memicu medan magnet kacau yang mirip dengan korona matahari.

"Medan magnet ini terikat dan kemudian mendekati lubang hitam memanaskan segala sesuatu di sekitarnya dan menghasilkan elektron energi tinggi yang kemudian menghasilkan sinar-X," jelas Wilkins.

Set kedua suar yang lebih kecil yang ditemukan oleh Wilkins adalah unik dari suar yang lebih terang yang dipancarkan langsung dari korona lubang hitam. Karakteristik spektral menunjukkan bahwa mereka berasal dari bagian belakang piringan akresi lubang hitam.

"Saya telah membangun prediksi teoretis tentang bagaimana gema ini muncul bagi kita selama beberapa tahun. Saya sudah melihat mereka dalam teori yang telah saya kembangkan, jadi begitu saya melihatnya dalam pengamatan teleskop, saya bisa mengetahui hubungannya,” kata Wilkins.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA