Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

40 Persen Pasien Covid-19 Meninggal di AS Idap Diabetes

Kamis 29 Jul 2021 17:31 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Qommarria Rostanti

Diabetes (Ilustrasi)

Diabetes (Ilustrasi)

Foto: Huffingtonpost
Diabetes yang tidak dikelola bisa meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Sebuah studi baru melaporkan, 40 persen orang Amerika Serikat  (AS) yang telah meninggal karena Covid-19 menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2. Para peneliti mengatakan, satu dari 10 orang dengan diabetes yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 meninggal dalam waktu satu pekan. 

Menurut penelitian yang dipresentasikan baru-baru ini di Sesi Ilmiah ke-81 American Diabetes Association (ADA), hal itu menunjukkan diabetes yang tidak dikelola bisa meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19. Diabetes yang tidak diobati juga meningkatkan keparahan dan komplikasi Covid-19.

Penelitian yang dipimpin oleh dr Sudep Bajpeyi dari University of Texas di El Pas itu juga menemukan, orang dengan diabetes yang tidak minum obat untuk mengendalikan penyakit mereka dirawat di rumah sakit lebih lama. Mereka juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih daripada orang lain dengan Covid-19. Sebaliknya, mereka yang memiliki kadar gula darah rendah, memiliki komplikasi Covid-19 yang lebih ringan dan masa rawat inap yang lebih singkat.

Profesor dan Direktur Institut Penelitian Diabetes dan Pusat Transplantasi Sel di Universitas Miami di Florida, Camillo Ricordi, mengatakan, temuan baru ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dari Italia. Penelitian sebelumnya itu menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki kemampuan bertahan hidup yang lebih rendah dari Covid-19, dibandingkan orang tanpa diabetes.

“Ada hubungan yang jelas antara memiliki tingkat (glukosa darah) A1C di atas 7 dan risiko kematian dari Covid-19,” kata Ricordi, dilansir di laman //Healthline//, Kamis (29/7). 

Ricordi mengatakan, diabetes dan Covid-19 adalah penyakit inflamasi yang membawa peningkatan risiko pembekuan darah yang berbahaya. Dia juga menekankan, komorbiditas umum diabetes, termasuk obesitas dan tekanan darah tinggi, juga kemungkinan berperan dalam hasil Covid-19 seseorang yang lebih buruk.

Orang dengan diabetes tipe 1 juga berisiko lebih tinggi tetapi untuk alasan yang berbeda. Karena individu dengan diabetes tipe 1 memiliki penyakit autoimun, mereka cenderung mengalami gangguan imunologi lain. 

“Mereka juga mungkin memiliki kemampuan yang lebih rendah untuk mengatur sistem kekebalan, dan itu dapat menurunkan kemampuan mereka untuk melawan penyakit pemicu kekebalan, seperti Covid-19,” kata Ricordi.

Studi tersebut menyimpulkan, hubungan antara diabetes dan keparahan penyakit Covid-19 dan kematian sangat kuat di antara populasi Hispanik dan Latin. Orang Hispanik 2,4 kali lebih mungkin meninggal karena Covid-19. Sebanyak 50 persen lebih mungkin menderita diabetes dibandingkan orang kulit putih Amerika. "Sebagian alasannya adalah banyak orang di komunitas ini tidak tahu bahwa mereka menderita diabetes," kata Bajpeyi.

Temuan ini didasarkan pada penelitian terhadap 369 orang yang dirawat di University Medical Center di El Paso, Texas, dengan Covid-19. Kelompok studi dikategorikan ke dalam kelompok orang yang memiliki kadar gula darah A1C normal, pradiabetes, atau diabetes. Orang dengan diabetes juga diurutkan berdasarkan apakah mereka minum obat untuk mengobati kondisi mereka.

“Hasil kami menyoroti pentingnya menilai, memantau, dan mengendalikan glukosa darah pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sejak awal, khususnya untuk populasi rentan yang sudah berisiko mengalami penyakit penyerta,” kata Bajpeyi.

Penelitian lain menemukan, orang dengan diabetes tidak hanya berisiko lebih besar mengalami komplikasi dari Covid-19, tetapi juga berisiko lebih tinggi tertular virus corona baru. Gangguan pada pola makan, olahraga, dan faktor gaya hidup lainnya, serta penurunan akses ke pengobatan, yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 juga dapat berdampak buruk pada kesehatan penderita diabetes.

Para ahli mengatakan, ada dua cara agar penderita diabetes dapat menurunkan risiko sakit atau meninggal akibat Covid-19. Salah satu cara adalah dengan mendapatkan vaksinasi dan yang lainnya adalah menjaga kadar gula darah mereka tetap terkendali dengan obat-obatan, diet, dan perubahan gaya hidup.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA