Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Thursday, 9 Safar 1443 / 16 September 2021

Kamboja akan Lockdown Area Perbatasan dengan Thailand

Kamis 29 Jul 2021 14:51 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi virus corona.

Ilustrasi virus corona.

Foto: Pixabay
Penguncian perbatasan dilakukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Kamboja akan memberlakukan penguncian (lockdown) di delapan provinsi yang berbatasan dengan Thailand mulai tengah malam pada Kamis. Penguncian area perbatasan itu dilakukan dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona varian Delta di negara Asia Tenggara itu.

Perdana Menteri Hun Sen pada Rabu malam (28/7) menandatangani perintah untuk penguncian yang melarang warga meninggalkan rumah mereka, berkumpul dalam kelompok dan melakukan bisnis. Pengecualian diperbolehkan bagi mereka yang terlibat dalam pengoperasian maskapai penerbangan.

Baca Juga

"Penguncian sementara ... bertujuan untuk mencegah penularan berbasis komunitas dari varian baru Covid Delta," kata Hun Sen dalam perintah yang diunggah di Facebook.

Pos-pos pemeriksaan perbatasan dengan Thailand juga akan ditutup kecuali untuk memungkinkan pengangkutan barang dan dalam keadaan darurat. PM Kamboja itu juga menyebutkan bahwa penguncian tersebut akan berlangsung hingga 12 Agustus.

Sejumlah provinsi di area perbatasan yang terkena dampak penguncian adalah Koh Kong, Pursat, Battambang, Pailin, Banteay Meanchey, Oddar Meanchey, Preah Vihear dan Siem Reap. Kamboja sebelumnya berhasil menahan sebagian besar penularan virus corona hampir sepanjang tahun lalu. Namun wabah yang pertama kali terdeteksi pada akhir Februari telah meningkat dengan total kasus Covid-19 di negara itu menjadi 75.152, dengan 1.339 kematian.

Negara tetangga Kamboja, Thailand, juga menghadapi suatu wabah yang parah yang didorong oleh virus corona varian Delta, yang pertama kali terdeteksi di India.Thailand telah berulang kali melaporkan jumlah rekor kasus harian Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA