Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Bank Mandiri Pangkas Proyeksi Ekonomi Jadi 3,69 Persen

Kamis 29 Jul 2021 14:31 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi

Gedung Bank Mandiri (ilustrasi). Bank Mandiri memangkas proyeksi ekonomi Indonesia jadi 3,69 Persen.

Gedung Bank Mandiri (ilustrasi). Bank Mandiri memangkas proyeksi ekonomi Indonesia jadi 3,69 Persen.

Foto: Republika/Yogi ardhi cahyadi
Akselerasi vaksinasi diharapkan dapat menekan laju penyebaran Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021. Hal ini sejalan dengan pemangkasan proyeksi oleh International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 3,9 persen pada tahun ini, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,3 persen.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, implementasi PPKM darurat (level 3-4) memperkirakan dampak yang signifikan pada proses pemulihan ekonomi Indonesia yang telah terakselerasi pada semester satu 2021. "Kami memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 3,69 persen pada 2021, turun dari proyeksi sebelumnya 4,43 persen di tengah implementasi PPKM level 3-4," ujar Faisal dalam keterangan resmi seperti dikutip Kamis (29/7).

Oleh karena itu, PPKM darurat level 3-4 seiring dengan akselerasi vaksinasi diharapkan dapat menekan laju penyebaran Covid-19, sehingga restriksi mobilitas yang ketat hanya akan mempengaruhi performa ekonomi pada kuartal tiga 2021. "Kami berharap PPKM darurat level 3-4 bisa terelakrasi kuartal empat 2021 dan pemulihan ekonomi bisa terakselerasi kembali," kata dia.

Faisal menyampaikan, katalis positif bagi pemulihan ekonomi Indonesia pada semester dua 2021 di antaranya pemulihan ekonomi global yang diperkirakan lebih cepat. Pemulihan ekonomi global akan meningkatkan permintaan komoditas dan akan mengerek kinerja ekspor.

Selain itu, inflasi masih dalam tingkat yang rendah dan stabil sejalan dengan daya beli masyarakat yang belum meningkat. Adapun peningkatan belanja pemerintah pada semester dua 2021 dan percepatan program pemulihan ekonomi nasional juga akan menjadi pendorong perekonomian pada sisa tahun ini.

"Begitu juga dengan komitmen pemerintah dan Bank Indonesia yang akan tetap mempertahankan kebijakan yang akomodatif, serta kebijakan moneter yang mendukung pemulihan ekonomi," ucap Faisal.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA